Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Perkuat Penyisiran

2 hari yang lalu 4
Pencarian KM Nurul Salsa, Dua Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Perkuat Penyisiran Ilustrasi(Dok Basarnas)

PENCARIAN KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, memasuki hari kelima. Basarnas tidak hanya memperlebar jangkauan operasi hingga 1.305 nautical mile persegi (nm²), tetapi juga memperkuat armada dengan dua kapal perang Republik Indonesia, KRI Marlin 877 dan KRI Hiu 634.

Di tengah ombak setinggi 2–3 meter nan terus mengguncang perairan Selayar, upaya pencarian terhadap 20 orang nan tetap lenyap terus digeber dengan pembagian empat sektor strategis.

Berdasarkan kalkulasi Search and Rescue Marine Prediction (SARMAP), wilayah pencarian dibelah menjadi empat sektor, masing-masing seluas 337,5 nm². 

Setiap sektor diawaki oleh satu unsur andalan, baik itu KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, dan KRI Hiu 634. Pola penyisiran dirancang saling silang untuk menutup celah, mengingat arus dan angin di Selayar nan bergerak menjadi tantangan terbesar.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan bahwa penambahan unsur laut bukan sekadar angka, melainkan strategi untuk menekan akibat waktu. 

"Kami terus menggenjot efektivitas dengan empat sektor nan diawaki kapal-kapal tangguh. KRI Marlin nan sebelumnya telah berasosiasi di hari kedua sekarang kembali, dan KRI Hiu dari Palu ikut memperkuat. Ini adalah corak komitmen bahwa kami tidak bakal berakhir sebelum semua titik terpantau," ujarnya, Minggu (19/7).

Di sisi lain, KN SAR Kamajaya saat ini sedang menuju Pelabuhan Benteng, Selayar, membawa lima orang korban selamat nan ditemukan pada Sabtu (18/7).

Kelima korban bakal segera diserahkan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan intensif, sebelum kapal tersebut berbalik arah untuk kembali berasosiasi dalam operasi pencarian.

Hingga saat ini, dari total 78 orang nan berada di atas kapal naas itu, 57 orang telah sukses ditemukan dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan 20 orang lainnya tetap dalam daftar hilang. 

Pencarian melibatkan ratusan personel lintas instansi, mulai Basarnas Makassar, Pos SAR Selayar, Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, TNI AL, TNI AU, Polair, BPBD, Syahbandar, SROP Selayar, para awak kapal SAR, hingga nelayan setempat nan dengan sukarela ikut mengerahkan perahu mereka.

Operasi SAR dipastikan bakal bersambung tanpa pemisah waktu, dengan pertimbangan harian untuk menentukan langkah berikutnya. 

Selengkapnya