Pendiri Kartel Sinaloa El Mayo Zambada Divonis Penjara Seumur Hidup di AS

1 hari yang lalu 4
Pendiri Kartel Sinaloa El Mayo Zambada Divonis Penjara Seumur Hidup di AS Pendiri Kartel Sinaloa, Ismael "El Mayo" Zambada, dijatuhi balasan penjara seumur hidup dan denda Rp240 triliun usai ditangkap dalam operasi jebakan di AS.(AFP)

ISMAEL "El Mayo" Zambada, salah satu gembong narkoba paling berpengaruh di Meksiko, resmi dijatuhi balasan penjara seumur hidup oleh pengadil pengadilan Amerika Serikat. Putusan ini dijatuhkan dua tahun setelah laki-laki berumur 76 tahun tersebut ditangkap melalui operasi jebakan nan terencana.

Hakim Distrik AS Brian Cogan membacakan vonis tersebut dalam persidangan di pengadilan federal Brooklyn. Selain balasan seumur hidup, pendiri Kartel Sinaloa berbareng Joaquin "El Chapo" Guzmán itu juga diwajibkan bayar duit denda sebesar 15 miliar dolar AS (sekitar Rp240 triliun) nan merupakan hasil untung dari upaya perdagangan narkoba.

Sesuai kesepakatan pengakuan bersalah (plea deal) nan dibuatnya tahun lampau untuk menghindari balasan mati, Zambada mengaku bersalah atas dakwaan penyelundupan narkoba dan persekongkolan kejahatan. Ia secara resmi mengakui perannya dalam membangun jaringan pidana raksasa nan menyuplai kokain dan obat-obatan terlarang ke AS sejak akhir 1980-an.

"Ismael Zambada Garcia menghabiskan nyaris empat dasawarsa meracuni komunitas-komunitas di Amerika demi meraih untung miliaran dolar dan memerintahkan pembunuhan siapa pun nan menghalangi jalannya," kata Jaksa AS Joseph Nocella Jr untuk Distrik Timur New York dalam sebuah pernyataan. "Hari ini, babak tersebut ditutup untuk selamanya."

Penangkapan Zambada bermulai pada pertengahan 2024 ketika dia dikelabui oleh putra El Chapo, Joaquin Guzmán Lopez. Zambada diyakinkan untuk terbang meninjau landasan pacu rahasia di Meksiko utara, namun pesawat tersebut justru mendarat di Texas dan berujung pada penangkapannya.

Pasca penangkapan Zambada, internal Kartel Sinaloa pecah dan memicu gelombang kekerasan di negara bagian Sinaloa, Meksiko. Pertempuran sengit antara dua faksi nan saling berebut kekuasaan telah mengakibatkan ratusan orang dilaporkan hilang.

Saat ini, letak pemenjaraan Zambada tetap menjadi perdebatan. Pihak Zambada mengusulkan permohonan agar dia ditempatkan di rumah sakit penjara mengingat kondisi kesehatannya nan menurun akibat aspek usia. Namun, jaksa federal mendesak penahanan tingkat tinggi lantaran menilai Zambada tetap berpotensi mengendalikan operasi kartel dari kembali ruji-ruji besi. Keputusan akhir mengenai letak penahanan bakal ditentukan oleh Badan Penjara Federal AS.

Selengkapnya