loading...
Pengadaan Kapal Pattugliatore Polivalente dAltura (PPA) Kelas Brawijaya dinilai bisa memperkuat pertahanan udara TNI AL dalam menghadapi ancaman maritim modern. Foto/SindoNews
JAKARTA - Pengadaan Kapal Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) Kelas Brawijaya dinilai bisa memperkuat pertahanan udara TNI Angkatan Laut (AL) dalam menghadapi ancaman maritim modern. Langkah strategis tersebut sangat tepat dalam memperkuat keahlian pertahanan laut Indonesia sekaligus menjawab perubahan karakter ancaman di kawasan.
Hal tersebut menjadi pembahasan utama dalam podcast Ngopi – Ngobrolin Pertahanan Indonesia nan menghadirkan mantan Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono, dan pengamat pertahanan Marapi Alman Helvas Ali.
Laksamana Muda TNI (Purn) Agung Pramono menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia kudu berangkat dari kondisi geografis nasional sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Menurutnya, luas wilayah laut Indonesia menuntut pendekatan nan berbeda dibandingkan negara lain.
"Selama ini harusnya kita dalam merencanakan itu pendekatan utamanya adalah kondisi geografis selain hal-hal ekonomi. Sehingga dari kondisi geografis ini kita bakal menelorkan strategi nan paling tepat," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Disaksikan Prabowo, Kapal Perang Terbesar di Asia Tenggara Unjuk Kekuatan di Teluk Jakarta
Agung menjelaskan strategi pertahanan kudu diterjemahkan ke dalam strategi militer dan selanjutnya menjadi dasar penentuan kebutuhan alutsista. Dalam konteks Indonesia, pengendalian wilayah laut, khususnya Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), menjadi prioritas utama. "Menurut saya di ZEE itu kudu kita kendalikan dan kita kuasai. Jangan sampai ada orang masuk tidak kita ketahui. Itu sudah pasti menjadi persoalan keamanan dan pertahanan kita," tegasnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·