Rekaman CCTV di letak pencurian motor.(Antara)
Seorang pengemudi ojek menjadi korban penembakan oleh terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di area Matraman, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut terjadi saat korban berupaya menghalangi pelarian pelaku di Jalan Palmeriam.
Saksi mata di letak kejadian, Evi (57), menceritakan bahwa peristiwa bermulai ketika situasi di Jalan Palmeriam cukup ramai. Saat itu, korban sedang menunggu penumpang nan tengah membeli obat. Tiba-tiba, muncul dua orang terduga pelaku nan tengah dikejar penduduk dari arah Pasar Palmeriam.
"Jadi, (korban) ngalang-ngalangin itu motor malingnya. Pas sudah dihalangi, langsung bunyi, 'dor' tembakan tuh. Saya langsung bilang, Lah, ditembak, ditembak," ujar Evi di Jakarta, Senin (20/7).
Evi menambahkan, sebelum penembakan terjadi, dia mendengar teriakan "maling" dan memandang lebih dari sepuluh penduduk mengejar kedua pelaku. Akibat tembakan tersebut, korban mengalami luka pada bagian paha dan mengeluarkan banyak darah.
"Tadinya tidak jatuh tuh. Pas saya teriak, 'berdarah itu, darah, darah, darah', langsung jatuh itu orang. Langsung dibawa ke puskesmas dulu tapi tidak diterima, kemudian dibawa ke rumah sakit," jelas Evi.
Menurut keterangan saksi, kedua pelaku nan mengenakan masker tersebut melepaskan tembakan sembari mengendarai sepeda motor sebelum akhirnya melarikan diri ke arah Jalan Matraman Raya. Warga sekitar nan memandang kejadian tidak berani mendekat lantaran pelaku membawa senjata api.
Kronologi Pencurian Motor RX-King
Pemilik sepeda motor nan nyaris dicuri, Ilham (28), menjelaskan bahwa tindakan pidana ini bermulai di sebuah indekos nan tidak jauh dari letak penembakan. Pelaku mengincar sepeda motor Yamaha RX-King miliknya.
Ilham mengaku awalnya mengira bunyi di luar kamarnya adalah kurir paket. Namun, setelah dipantau selama beberapa menit, dia menyadari ada orang asing nan mencoba mengambil motornya.
"Selang sekitar lima menit apa sepuluh menit, saya pantau itu, langsung saya gedor pintu. Makanya, bunyi kayak bunyi tembakan itu (di CCTV)," kata Ilham.
Meski kandas membawa kabur motor, kedua pelaku langsung melarikan diri. Ilham sempat mengejar sembari berteriak meminta pertolongan penduduk hingga memicu pengejaran massal nan berujung pada penembakan pengemudi ojek tersebut.
"Kalau ciri-ciri mukanya, saya kurang mengerti lantaran semuanya tertutup. Pakai masker, helm, jaket, sama bawa tas, jadi tidak terlihat sama sekali," pungkas Ilham.
Hingga buletin ini diturunkan, identitas korban dan kondisi terkini di rumah sakit tetap dalam pendataan. Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengejar kedua pelaku. (Ant/E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·