Pengorbit Korea Selatan Abadikan Kawah Bekas Tabrakan Roket SpaceX di Bulan

3 jam yang lalu 14
Pengorbit Korea Selatan Abadikan Kawah Bekas Tabrakan Roket SpaceX di Bulan Wahana pengorbit bulan Danuri milik Korea Selatan menangkap gambar kawah nan terbentuk akibat tumbukan tahap atas roket SpaceX Falcon 9 saat menghantam bulan pada 5 Agustus 2026.(KARI)

LOKASI peristirahatan terakhir dari bagian roket SpaceX nan menghantam Bulan akhirnya ditemukan. Wahana pengorbit milik Korea Selatan, Korea Pathfinder Lunar Orbiter (Danuri), sukses mengabadikan gambar kawah baru nan terbentuk akibat tumbukan keras roket Falcon 9 pada Rabu (5/8) pagi.

Lembaga Penelitian Dirgantara Korea (KARI) mengonfirmasi keberhasilan penangkapan gambaran tersebut melalui unggahan di media sosial X.

"Danuri mulai melakukan pengamatan sekitar 30 menit sebelum tabrakan dan, melalui kontrol orbit, melintasi letak akibat beberapa kali hingga melakukan total 8 sesi pemotretan," ungkap pejabat KARI. "Melalui pengamatan ini, perubahan pada medan di sekitar letak akibat dan jejak material nan terlempar sukses dikonfirmasi."

Pihak KARI menambahkan bahwa pengorbit tersebut sukses mengamankan rekaman sebelum dan sesudah tumbukan secara langsung. "Danuri mengamankan rekaman sebelum tabrakan dan segera setelah tabrakan, memungkinkan kajian perubahan nan disebabkan semata-mata oleh tabrakan tersebut serta menyediakan info penelitian nan penting," jelas KARI.

Roket Falcon 9 tersebut sebelumnya diluncurkan pada 15 Januari 2025 untuk membawa dua wahana pendarat Bulan swasta, ialah Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience milik ispace. Setelah menyelesaikan tugasnya mengantarkan muatan, bagian atas (upper stage) roket seberat 4.000 kilogram tersebut kehabisan sebagian besar bahan bakarnya dan melayang di orbit Bumi. Kombinasi aktivitas mentari dan style gravitasi akhirnya mengarahkan sisa roket tersebut ke jalur tabrakan dengan Bulan.

Benturan terjadi pada pukul 02.34 EDT (06.34 GMT) sesuai dengan perkiraan para ilmuwan. Roket tersebut diperkirakan menghantam permukaan Bulan pada kecepatan sekitar 8.690 km/jam dan menghasilkan kawah dengan lebar hingga 27 meter.

Data pengamatan nan ditangkap oleh Danuri nantinya bakal dihubungkan dengan pengamatan lanjutan dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik NASA untuk dimanfaatkan dalam penelitian kolaboratif internasional.

Selain Danuri, tim astronom dari Instituto de Astrofísica de Andalucía di Spanyol juga percaya bahwa mereka sukses merekam video materi nan terlempar dari permukaan Bulan saat tabrakan terjadi menggunakan teleskop berbasis bumi.

Peristiwa ini menambah daftar sampah antariksa manusia nan menghantam satelit alami Bumi tersebut. Sebelumnya, bagian dari roket Long March 3C milik Tiongkok pernah menghantam Bulan pada 2022, serta bagian dari roket Saturn V milik NASA pada era misi Apollo. (BBC/Space/Z-2)

Selengkapnya