Ilustrasi(Dok Istimewa)
Upaya meningkatkan kualitas pelayanan bedah di Jakarta Raya terus diperkuat. Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia Jakarta Raya (PABI Jaya) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan jasa bedah nan lebih berbobot melalui penguatan kompetensi tenaga medis, penerapan teknologi digital, serta kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan.
Raker PABI Jaya nan digelar berbarengan dengan Mini Simposium di Jakarta menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satunya adalah komitmen untuk mendorong pelayanan bedah berbobot tinggi di Jakarta Raya sekaligus menegaskan bahwa ahli bedah umum dinilai kompeten sebagai koordinator dalam penatalaksanaan emergency traumatology di Unit Gawat Darurat (UGD).
"Raker PABI Jaya mendorong pelayanan bedah berbobot tinggi di Jakarta Raya. Selain itu, dipastikan bahwa mahir bedah umum dinilai kompeten sebagai koordinator dalam penatalaksanaan emergency traumatology di Unit Gawat Darurat," kata Ketua Umum PABI Jaya dr Yesaya Baringin Aroean SpB-ET FINACS.
Dalam forum tersebut, PABI Jaya juga kembali menegaskan penggunaan gelar SpB-ET (Spesialis Bedah Emergency Traumatology) bagi mahir bedah umum. Gelar tersebut sebelumnya telah diumumkan Ketua Kolegium Bedah Indonesia DR dr Supriyanto Dharmoredjo SpB-ET FINACS saat pelantikan Pengurus PABI Jaya periode 2026–2029 pada 16 Mei 2026.
Kepengurusan PABI Jaya periode 2026–2029 dipimpin dr Yesaya Baringin Aroean SpB-ET FINACS sebagai Ketua Umum, didampingi Sekretaris Umum dr Asrul Muhadi SpB-ET FINACS, Ketua Dewan Penasehat Dr dr Henry Boyke Sitompul SpB-ET FINACS, serta lima ketua departemen nan turut datang dalam rapat kerja tersebut.
Menurut Yesaya, kepengurusan baru mengusung moto Rapid Respons, Kompeten, Adaptif, Kolaboratif, Komunikatif dengan visi menjadikan PABI Jaya sebagai organisasi pekerjaan mahir bedah nan modern, profesional, relevan, serta bisa memberikan faedah bagi anggotanya sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan bedah berbobot di Jakarta Raya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, PABI Jaya bakal menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain pengembangan teknologi info dan digitalisasi organisasi, peningkatan kompetensi melalui pendidikan berkelanjutan, memperkuat kerjasama dengan beragam mitra strategis, serta meningkatkan pembelaan dan kesejahteraan anggota.
"Menjaga marwah dan martabat mahir bedah Indonesia antara lain dengan memperkuat standar pekerjaan dan etika profesi, memantau dan memastikan standar pelayanan bedah nan berkualitas, melakukan edukasi baik secara digital maupun langsung ke akomodasi kesehatan mengenai etika mahir bedah, serta terus meningkatkan peran mahir bedah di Unit Gawat Darurat dan eksistensi gelar SpB-ET," ujarnya.
PABI Jaya juga bakal memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan bedah, Kolegium Bedah Indonesia, penyelenggara agunan kesehatan sosial, organisasi profesi, hingga Kementerian Kesehatan guna mencetak mahir bedah nan semakin terampil dan kompeten.
Pada bagian digitalisasi, lanjut Yesaya, organisasi bakal mengembangkan beragam jasa berbasis teknologi, mulai dari pendataan personil secara digital, optimasi media sosial, podcast, dan call center, hingga sistem pencarian masa bertindak Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Registrasi (STR) nan bakal mengingatkan personil enam bulan sebelum izin praktik berakhir.
Selain itu, terang dia, PABI Jaya bakal terus memperluas program pendidikan berkepanjangan dengan mengikuti perkembangan teknologi bedah terkini, termasuk memfasilitasi anggotanya mengikuti beragam program fellowship untuk meningkatkan kompetensi profesional. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·