Penjualan Rumah Subsidi Anjlok, Menteri Ara Buka-Bukaan Masalah Izin

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait merespons penurunan penjualan rumah subsidi pada semester I-2026 nan sebelumnya dikeluhkan kalangan pengembang. Menurutnya, beragam tantangan tetap dihadapi dalam penyelenggaraan program tersebut, tetapi pemerintah tetap optimistis sasaran penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat dikejar.

"Kita tentunya ada tantangan-tantangan ya, soal misalnya perizinan dan sebagainya. Tapi sudah dibantu Pak Nusron (Menteri ATR/BPN) dan Mendagri dengan cepat. Saya tetap optimistis ya, lantaran minggu depan saja (peresmian) 62.000 (unit), Desember 71.000 (unit)," kata Maruarar di instansi Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kamis (25/7/2026).

"Tantangan selalu ada, tapi gimana kita bekerja keras mencari solusi dan sama-sama saling bantu. Enggak mungkin enggak ada tantangan, dan saya minta maaf mungkin tetap banyak kekurangan nan kudu kita perbaiki ke depan," lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah info penjualan rumah subsidi pada semester pertama tahun ini menunjukkan pelemahan dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Di tengah perlambatan itu, pemerintah menilai penyelesaian halangan di lapangan menjadi salah satu konsentrasi agar penyaluran rumah subsidi kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini.

Menanggapi usulan developer agar nilai rumah subsidi dinaikkan hingga 15% akibat melonjaknya biaya material, Maruarar mengatakan pemerintah tetap menunggu penyampaian resmi dari asosiasi sebelum mengambil keputusan.

"Saya sudah minta para ketua umum untuk ketemu sama saya untuk menyampaikan secara resmi saran-saran dan aspirasinya. Saya tetap tunggu itu," ujarnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di instansi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di instansi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di instansi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Kamis (23/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Sejauh ini, pemerintah belum memutuskan apakah nilai rumah subsidi bakal mengalami penyesuaian. Kementerian PKP memilih mengkaji seluruh masukan dari pelaku upaya sebelum menentukan langkah berikutnya.

"Kita tunggu saja dulu ya, kita pelajari. Saya sudah minta dari mereka sudah cukup lama untuk kelak ketemu sama saya," katanya.

Adapun realisasi penjualan rumah subsidi sepanjang semester I-2026 mencapai 91.531 unit, turun 24,3% dibandingkan periode nan sama tahun lampau nan mencapai 120.976 unit. Menurut APERSI, penurunan dipicu kombinasi hambatan perizinan, kenaikan nilai material, keterbatasan lahan akibat kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), melemahnya daya beli masyarakat, hingga proses persetujuan angsuran nan terkendala Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Pelaku upaya juga menilai perlambatan semakin terasa memasuki triwulan II hingga akhir semester I. Kondisi tersebut mendorong asosiasi developer mengusulkan penyesuaian nilai rumah subsidi agar proyek tetap layak secara ekonomi di tengah kenaikan biaya pembangunan.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya