Peran Pertamina Dukung Pembangunan Ekosistem 'BBM' Baru Hidrogen

12 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) tengah mempercepat pembangunan ekosistem hidrogen sebagai pengganti bahan bakar dalam negeri. Perusahaan tengah menggarap sejumlah proyek berbasis hidrogen, mulai dari pengembangan hydrogen hub hingga hydrogen mobility namalain "SPBU" hidrogen di beragam wilayah Indonesia.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan bahwa saat ini perusahaan sedang menjalankan beberapa proyek percontohan berbasis hidrogen. Dia mengatakan pengembangan prasarana hidrogen dilakukan secara bertahap, mulai dari Pulau Sumatra hingga Pulau Jawa.

"Dari utara Pulau Sumatra, Pak Menteri, Bapak dan Ibu, kita ada pengembangan hydrogen hub di Sei Mangkei dan Kuala Tanjung dengan kapabilitas 4.000 kg per hari," jelas Oki dalam aktivitas Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Di Sumatra Selatan, pihaknya menjalankan proyek percontohan hidrogen berbasis tenaga surya di Plaju dengan kapabilitas 20 kg per hari. Sementara di Lampung, perusahaan bersiap meresmikan akomodasi hidrogen berasal dari panas bumi berkapasitas 100 kilogram per hari pada November mendatang.

"Kemudian ke Pulau Jawa, di Jakarta kita sedang membikin ekosistem hydrogen mobility bersama-sama tentunya dengan PLN dan ekosistem nan lainnya," kata Oki.

Pihaknya juga bakal menerima support dari Korea untuk memperkuat ekosistem hidrogen di Jawa Barat sebagai bagian dari pencapaian transisi daya nasional.

Oki menegaskan kesiapan perusahaan untuk mendukung empat aspek utama, ialah kerangka regulasi, teknologi, permodalan, serta pembangunan infrastruktur.

"Untuk infrastruktur, tentunya kami sangat mau sekali berbagi prasarana dan akomodasi nantinya dengan aset bangsa lainnya seperti misalnya dengan di tempatnya Pak Darmawan di PLN agar kita bisa membikin produksi nan ekonomis," tandasnya.

Berdasarkan paparan Pertamina, terdapat 7 proyek strategis mengenai hidrogen nan tengah dicanangkan. Adapun, total kapabilitas produksi hidrogen dan amonia biru hingga 18 ton per hari hingga tahun 2031. Berikut detailnya:

  1. Ulubelu, Lampung (2026): Hidrogen hijau dari panas bumi.
  2. RU III Plaju, Sumsel (2027): Hidrogen bersih dari tenaga surya.
  3. Sei Mangkei, Sumut: Hidrogen biru (3,9 ton/hari).
  4. Kuala Tanjung, Sumut: Hidrogen biru skala besar (14,5 ton/hari).
  5. Jakarta (2028): Stasiun pengisian hidrogen untuk kendaraan.
  6. Sulawesi: Riset pencarian hidrogen alami di dalam bumi.
  7. Bintuni, Papua (2031): Produksi amonia biru (2.500 ton/hari).

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya