loading...
Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah. Foto: Ist
JAKARTA - Perang berkepanjangan Amerika Serikat (AS) versus Iran dinilai bukan lagi sekadar konfrontasi bilateral melainkan menjadi parameter utama pergeseran tatanan geopolitik dunia dari sistem unipolar menuju multipolar. Kondisi tersebut memperlihatkan semakin melemahnya efektivitas lembaga internasional dalam menjaga stabilitas keamanan dunia.
Pandangan tersebut mengemuka dalam Webinar Global Insight Forum (GIF) berjudul "Perang AS–Iran dan Masa Depan Perdamaian Global: Menakar Dinamika Geopolitik, Efektivitas PBB, dan Strategi Penyelesaian Konflik" nan diselenggarakan secara daring pada Sabtu (18/7/2026).
Direktur Eksekutif GIF Teuku Rezasyah menjelaskan bahwa eskalasi bentrok AS-Iran nan telah berjalan selama beberapa bulan menunjukkan bahwa penyelesaian bentrok modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga dipengaruhi kepentingan geoekonomi, keamanan energi, serta persaingan kekuatan besar.
Baca juga: Awas! Perang AS-Iran Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Melejit
“Berbagai inisiatif diplomasi nan telah ditempuh belum menghasilkan penyelesaian permanen lantaran tetap rendahnya tingkat kepercayaan antarpihak serta terbatasnya efektivitas sistem internasional dalam mengelola konflik,” ujar Teuku.
Senada Kepala Program Studi Kewilayahan Timur Tengah Universitas Indonesia Dr Mulawarman Hannase. Dia menilai bentrok di Timur Tengah telah mengalami transformasi mendasar.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·