Perang Saudara Sadis Tetangga RI: Warga Ibadah Dirudal-Ibu Hamil Tewas

50 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Rezim militer Myanmar meluncurkan belasan serangan udara menyasar target-target sipil di Kotapraja Ponnagyun dan Thandwe, Negara Bagian Rakhine, termasuk area resort pantai terkenal Ngapali. Rentetan pemboman udara nan berjalan sejak Kamis pekan lampau tersebut menewaskan sedikitnya tiga penduduk sipil-termasuk seorang wanita hamil-serta melukai 27 orang lainnya.

Mengutip laporan The Irrawaddy, Kamis (30/07/2026), media lokal Narinjara News melaporkan bahwa dalam serangan terbaru pada Senin pagi pukul 06.00 waktu setempat, militer mengerahkan dua jet tempur. Pesawat tersebut menjatuhkan sedikitnya empat peledak berbobot 500 pon di sekitar Yoe Ngu nan berada di tepi Sungai Kaladan, Ponnagyun.

"Istri saya dan family sangat ketakutan sampai-sampai terus memandang ke atas langit setiap kali keluar rumah. Mereka membom di mana-mana, apalagi lapangan kosong. Beri tahu saya di mana tempat nan aman," ungkap seorang penduduk Thandwe menggambarkan situasi mencekam di lokasinya.

Sejauh ini, rincian mengenai total korban jiwa dan tingkat kerusakan di pelabuhan sungai tersebut tetap belum dapat dikonfirmasi secara pasti. Warga lokal menyebut sebagian masyarakat kota memilih melarikan diri, sementara sisanya terpaksa memperkuat lantaran tidak mempunyai biaya untuk mengungsi.

Rincian Serangan di Thandwe, Pantai Ngapali, dan Wilayah Lainnya

Kelompok pemberontak Arakan Army (AA) nan menguasai sebagian besar Negara Bagian Rakhine melaporkan bahwa jet tempur rezim melancarkan empat serangan udara ke pemukiman di Thandwe pada Jumat awal hari. Serangan tersebut menewaskan tiga penduduk sipil, termasuk seorang wanita hamil, serta melukai 21 orang di mana dua di antaranya adalah anak-anak.

Gempuran udara tersebut turut merusak rumah-rumah penduduk sipil, akomodasi restoran, biara Buddha, hingga gedung sekolah di area tersebut. Selain itu, jet tempur militer juga membom area Pantai Ngapali pada hari Kamis hingga menghantam sebuah kuil dan hotel.

"Serangan peledak di Pantai Ngapali menghantam kuil dan hotel, melukai enam penduduk sipil-termasuk seorang biksu Buddha dan seorang anak-anak-serta merusak sejumlah rumah warga," mengutip laporan resmi Arakan Army (AA).

Pada hari Minggu sebelumnya, serangan udara nan menyasar Kotapraja Taungup, Ponnagyun, dan Thandwe juga menewaskan lima penduduk sipil serta melukai nyaris 30 orang dalam satu hari. AA menilai ofensif militer ini membongkar lembah pemisah antara retorika perdamaian rezim dan tindakan nyatanya di lapangan.

Kekalahan Militer dan Pemicu Serangan Balas Dendam

Pihak AA menegaskan bakal terus memberikan perlawanan sengit dengan support penuh dari rakyat Rakhine beserta para sekutunya. Saat ini, AA telah sukses merebut dan menguasai 14 dari total 17 kotapraja di Negara Bagian Rakhine serta Kotapraja Paletwa di Negara Bagian Chin nan bersebelahan.

Capaian militer tersebut mengukuhkan status AA sebagai golongan bersenjata etnis paling kuat di Myanmar berasas penilaian terbaru dari lembaga kajian Jamestown Foundation. Pasukan rezim militer pada dasarnya telah terdesak hingga ke pemisah laut di Rakhine.

Rezim junta sekarang hanya memperkuat di wilayah pesisir Sittwe nan menjadi ibu kota negara bagian, serta Kyaukphyu nan merupakan rumah bagi beberapa proyek raksasa asal China. Esksalasi serangan udara nan membabi buta ke sasaran sipil diduga kuat didorong oleh motif balas dendam atas kekalahan beruntun militer di medan tempur darat.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya