Kirab gunungan di Kota Tangerang berjalan meriah.(MI/Sumantri)
KIRAB gunungan di Kota Tangerang berjalan meriah. Ribuan masyarakat antusias melakukan konvoi dari Masjid Al Azhom di Jalan Satria Sudirman dan Masjid Kali Pasir di Jalan Kali Pasir menuju ke Masjid Al Ittihad di Jalan Kiasnawi nan menjadi pusat penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, didampingi Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono, Sekretaris Daerah H. Herman Suwarman, beserta jejeran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, tampak berbaur dengan masyarakat untuk melakukan kirab.
Dalam kesempatan itu, Sachrudin menyampaikan, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi momentum untuk memperkuat syiar Islam, kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta ukhuwah dan silaturahmi di tengah masyarakat.
“Maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, sekaligus meneguhkan kecintaan kita kepada beliau. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan mendorong kita untuk semakin mengenal serta meneladani akhlaknya,” ujar Sachrudin, Selasa (25/8).
Kemeriahan kirab, lanjutnya, menjadi gambaran nyata kebersamaan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi. Berbagai kalangan masyarakat melangkah bersama, bershalawat, dan merayakan Maulid dalam satu semangat kebersamaan.
“Di sini kita berjalan, bersalawat, dan merayakan Maulid bersama. Ketika syiar dibangun dengan kebersamaan, insya Allah keberkahannya juga semakin luas,” katanya.
Pada peringatan Maulid Nabi saat ini, lanjutnya, sangat meriah. Pasalnya aktivitas itu digelar dari masjid Al Azhom dan Masjid Kali Pasir nan bermuara di Masjid Agung Al Ittihad di area Pasar Lama.
Sachrudin juga membujuk masyarakat agar tidak berakhir pada kemeriahan perayaan, tetapi menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan dengan bijak, hingga membantu mereka nan membutuhkan.
"Inilah langkah kita menghadirkan aliran Rasulullah dalam kehidupan. Kemuliaan bukan sebatas kedudukan, tetapi seberapa besar faedah nan bisa kita berikan kepada sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, H. Herman Suwarman menyampaikan, keterlibatan jejeran Pemkot Tangerang menjadi bentuk kebersamaan dalam menyemarakkan Maulid sekaligus merawat tradisi keagamaan dan mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Kita bershalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasulullah SAW semakin datang dalam kehidupan kita,” ujar Maryono.
Tradisi ini, sambungnya, bukan sekadar perayaan, tetapi tradisi nan kudu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Pada puncak aktivitas Maulid Nabi nan berpusat di Masjid Al Ittihad itu, masyarakat nan datang dijamu dengan 3 ribu porsi nasi kebuli untuk dimakan berbareng sebagai bentuk syukur, menguatkan kebersamaan dan silaturahmi.
Selain itu gunungan nan berisi sayur-sayuran, minuman, buah-buahan dan lainnya disuguhkan kepada masyarakat. Mereka tampak berebut untuk mendapatkan barang-barang tersebut dengan penuh banyolan dan tawa.(SM/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·