loading...
Irjen Pol Dr. Chaidir, Tenaga Ahli Pengajar bagian Hukum dan HAM di Lemhannas. Foto/Dok. SindoNews
Irjen Pol Dr. Chaidir
Tenaga Ahli Pengajar bagian Hukum dan HAM di Lemhannas
PERINGATAN kemerdekaan RI tahun ini terasa berbeda, mengingat pada 15 Agustus lampau gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, menewaskan 55 orang, dan memaksa 13 ribu lainnya mengungsi. Duka Flores adalah duka seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 merupakan momentum krusial untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan bangsa selama lebih delapan dekade, dan memanggil nurani kita untuk saling mengulurkan tangan
Kemerdekaan Indonesia bukan hanya sebuah peristiwa sejarah nan diperingati setiap tahun, melainkan juga menjadi tanggung jawab berbareng untuk menjaga persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan cita-cita nan telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.
Peringatan kemerdekaan tahun ini mempunyai makna nan semakin krusial di tengah beragam perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik. Masyarakat Indonesia menghadapi tantangan nan berbeda dibandingkan dengan masa awal kemerdekaan.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·