Wali Kota Padang, Fadly Amran dan tokoh internasional.(MI/Yose Hendra)
PEMERINTAH Kota Padang menegaskan komitmennya dalam pelestarian area bersejarah dan pemulihan lingkungan hidup melalui perhelatan International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang nan digelar di Convention Hall Universitas Bung Hatta (UBH), Kamis (6/8).
Kegiatan nan mengusung tema "Warisan, Sungai, Pasar, dan Lingkungan untuk Pariwisata Berkelanjutan" ini menjadi bagian krusial dari rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Simposium ini dirancang untuk memperkuat kerjasama lintas negara dan lembaga dalam pengelolaan lingkungan, revitalisasi Sungai Batang Arau, serta pengembangan pariwisata berbasis ekonomi sirkular.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, dan dihadiri oleh jejeran tokoh internasional serta pemangku kepentingan, di antaranya Wali Kota Hildesheim (Jerman) Ingo Meyer, Perwakilan Residen United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia Sara Ferrer Olivella, Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Diana Kartika, serta delegasi dari Malaysia, Thailand, dan perwakilan pemerintah wilayah se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan pemulihan area hilir Sungai Batang Arau merupakan dua tantangan utama nan saling berkait erat dan menjadi konsentrasi prioritas Pemko Padang.
"Transformasi pengelolaan sampah kudu dimulai dari pemilahan di sumber, bukan hanya peningkatan kualitas TPA. Karena itu, Pemko Padang menggulirkan Padang Rancak Award untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat Lembaga Pengelola Sampah (LPS), bank sampah, serta mengembangkan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan waste-to-energy," ujar Fadly.
Berdasarkan info Pemko Padang, saat ini Kota Padang menghasilkan 669 ton sampah per hari, dengan rincian 73 persen diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), 26 persen diolah melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan 1 persen sisanya tetap berhujung di pembuangan terbuka. Fadly menekankan bahwa penanganan Batang Arau nan tercemar akibat limpasan drainase dan limbah domestik kudu dibarengi dengan penghentian sampah dari sumbernya melalui penguatan prasarana dan alih teknologi.
"Kami meyakini keberhasilan revitalisasi Sungai Batang Arau bakal menjadi titik awal kebangkitan area Kota Tua Padang sebagai destinasi pariwisata berkepanjangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Kami berterima kasih atas support penuh dari seluruh mitra internasional dan akademisi," tambah Fadly.
Kemitraan strategis Kota Padang mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Hildesheim, Mr. Ingo Meyer. Ia menuturkan bahwa hubungan sister city (kota kembar) antara Padang dan Hildesheim nan telah terjalin sejak tahun 1988 merupakan modal sosial nan sangat kuat untuk memperluas kerja sama di bagian pembangunan perkotaan dan lingkungan.
"Kami berkomitmen mempererat kerja sama melalui langkah-langkah strategis baru. Kami juga menantikan kunjungan jawaban delegasi Kota Padang ke Hildesheim pada tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua kota," ungkap Ingo Meyer.
KESIAPAN UNDP
Senada dengan perihal tersebut, Perwakilan Residen UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menyampaikan kesiapan UNDP dalam mendampingi Indonesia—khususnya Kota Padang—dalam mempercepat percepatan ekonomi sirkular dan pencapaian sasaran penanganan sampah plastik laut hingga 70 persen.
"Padang mempunyai modal kuat menjadi lokasi wisata nan bersih, tangguh, dan berbasis ekonomi sirkular melalui digitalisasi, inovasi, serta kerjasama antarkota. Revitalisasi Sungai Batang Arau juga berpotensi menjadi contoh nature-based solutions nan memperkuat kesehatan ekosistem, mengurangi akibat perubahan iklim, dan menghadirkan ruang publik nan berkualitas," tutur Sara.
Dukungan UNDP sendiri mencakup penguatan sistem pencarian sampah dari darat ke laut, pengembangan prasarana daur ulang, perlindungan sosial bagi pekerja persampahan, hingga kemitraan dengan 18 kementerian/lembaga di Indonesia.
Melalui simposium internasional ini, Pemko Padang optimistis penataan area berhistoris Kota Tua nan terintegrasi dengan pemulihan Sungai Batang Arau dapat terwujud, menjadikan Padang sebagai kota nan bersih, sehat, dan berkekuatan saing global.(E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·