Perokok Dewasa Mulai Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

2 hari yang lalu 6
Perokok Dewasa Mulai Beralih ke Produk Tembakau Alternatif Ilustrasi(Antara/Andry Denisah)

NIKOTIN mengaktifkan otak untuk menghasilkan hormon dopamin, sehingga merokok dianggap dapat memicu konsentrasi dan konsentrasi. Namun, aktivitas tersebut membawa masalah kesehatan lantaran asap dari pembakaran rokok tidak hanya mengandung nikotin, tapi juga tar nan berkarakter karsinogenik alias dapat meningkatkan akibat kanker. Saat ini, perokok dewasa mempunyai pilihan beranjak ke produk tembakau pengganti nan tidak melalui proses pembakaran untuk mendapatkan asupan nikotin.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan menjelaskan produk tembakau pengganti seperti rokok elektronik dan produk tembakau nan dipanaskan bekerja dengan langkah menghasilkan uap nan mengandung nikotin. Menurutnya, melalui sistem tanpa pembakaran tersebut, para konsumen alias perokok dewasa mendapatkan pengaruh kenyamanan dengan potensi akibat kesehatan nan jauh lebih rendah dibandingkan terus merokok.

Ia menegaskan sebagian besar unsur rawan berasal dari proses pembakaran tembakau, bukan dari nikotin itu sendiri. 

"Nikotin merupakan unsur nan menyebabkan ketergantungan, tetapi bukan penyebab utama beragam penyakit mengenai merokok. Sebagian besar ancaman rokok muncul ketika tembakau dibakar, lantaran proses tersebut menghasilkan asap nan mengandung tar, karbon monoksida, serta beragam unsur karsinogenik," ujar Paido, Minggu (19/7).

Dia melanjutkan, di tengah meningkatnya minat terhadap produk tembakau alternatif, edukasi publik nan berbasis kebenaran dan bukti ilmiah perlu terus diperkuat. Menurutnya, tetap banyak masyarakat nan menyamakan seluruh akibat mengenai nikotin dan rokok. Padahal terdapat perbedaan mendasar antara akibat paparan nikotin dengan paparan unsur rawan nan dihasilkan dari proses pembakaran tembakau.

"Edukasi berbasis bukti krusial agar masyarakat memahami tingkat akibat itu berbeda-beda. Konsumen perlu mengetahui bahwa menggunakan nikotin tetap ada risikonya, meskipun minim, dan nan paling rawan adalah munculnya zat-zat rawan hasil dari proses pembakaran tembakau," tambahnya.

Ketua Gerakan Bebas Tar dan Asap (Gebrak) Garindra Kartasasmita, menilai bahwa adanya produk tembakau pengganti di Tanah Air saat ini berkorelasi langsung dengan meluasnya kesadaran publik nan semakin mengutamakan aspek kesehatan serta kenyamanan sosial.

Ia mengungkapkan ketenaran pendekatan pengurangan akibat (harm reduction) menjadi pemantik utama di kembali perubahan style hidup masyarakat. 

"Banyaknya masyarakat nan beranjak memang lantaran produk harm reduction, masyarakat modern saat ini lebih memperhatikan kesehatan dirinya, keluarganya, dan lingkungannya," jelas Garindra.

Selain aspek kesehatan diri dan lingkungan, kenyamanan bagi orang-orang di sekitar non-pengguna juga memegang peranan besar kenapa produk tembakau pengganti semakin diminati. Konsumen masa sekarang juga condong lebih kritis lantaran selalu melakukan riset mandiri, mulai dari membaca ulasan hingga mengevaluasi tingkat risiko, sebelum memantapkan keputusan untuk membeli produk resmi.

Di samping itu, Garindra juga memberikan pesan dan peringatan tegas kepada seluruh konsumen dan perokok dewasa agar selalu bertanggung jawab, antara lain hanya menggunakan produk nan legal, menjaga batas usia konsumsi 21+, dan menjauhi penyalahgunaan vape. 

"Gunakan produk legal nan berpita cukai, dengan bungkusan nan tetap tersegel, lakukan pembelian hanya di toko-toko resmi. Penyalahgunaan vape memang ada oleh segelintir oknum, dan itu merupakan tugas berbareng dari penegak norma dan industri nan legal untuk bersama-sama memerangi narkoba," pungkasnya. (E-1)

Selengkapnya