Kanselir baru Inggris John Healey(AFP/STEFAN ROUSSEAU)
LANGKAH mengejutkan diambil Perdana Menteri Andy Burnham, Selasa (21/7). Tidak lama setelah menghubungi sejumlah sekutu Keir Starmer untuk mencopot mereka dari kabinet, Burnham memanggil John Healey ke Downing Street Nomor 10.
Mantan Sekretaris Pertahanan tersebut terlihat meninggalkan parlemen sendirian melalui pintu belakang, mengenakan setelan jas dan dasi merah khasnya.
"Saya sedang dalam perjalanan menuju pertemuan," ujarnya singkat sembari tersenyum tipis saat melintasi Whitehall.
Penunjukan Healey sebagai Kanselir (Menteri Keuangan) menjadi kejutan besar bagi rekan-rekan di Partai Buruh maupun publik Inggris. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian pengumuman sigap pemerintah baru, termasuk kebijakan pemangkasan PPN pada tagihan daya nan mulai bertindak hari ini.
Reuni Para 'Pemberontak'
Kembalinya Healey ke bangku kabinet tergolong ironis. Lima minggu sebelumnya, dia mengundurkan diri sebagai Sekretaris Pertahanan setelah berbeda dengan Keir Starmer mengenai anggaran militer, sebuah langkah nan sempat melemahkan posisi Starmer di Downing Street.
Kini, Healey duduk di meja kabinet berbareng dua sosok lain nan pengunduran dirinya juga sempat mengguncang kepemimpinan Starmer sebelumnya. Berikut adalah profil singkat posisi strategis dalam kabinet baru Burnham:
| John Healey | Kanselir (Menteri Keuangan) | Mantan menteri era Tony Blair; mahir dalam urusan Treasury. |
| Wes Streeting | Sekretaris Pertahanan | Sebelumnya mengundurkan diri dari tim Starmer. |
| Miatta Fahnbulleh | Sekretaris Energi | Tokoh kunci nan kembali ke lingkaran utama pemerintahan. |
Antara Kompetensi dan Tantangan Internal
Penunjukan Healey disambut baik oleh tokoh senior di Kementerian Pertahanan (MOD). Mereka merasa lega mempunyai sosok di Departemen Keuangan nan berkomitmen meningkatkan shopping militer. Namun, di sisi lain, beberapa sumber internal MOD menyebut Healey sebagai sosok nan "sulit" untuk diajak bekerja sama secara personal.
Di sisi oposisi, beberapa politisi Konservatif menilai penunjukan Healey sebagai langkah cerdas.
"Dia bukan Ed Miliband, dia susah diserang, dan dia sangat mengerti literasi Treasury," ujar seorang mantan menteri Konservatif.
Namun, tantangan besar sekarang ada di pundak Anneliese Midgeley, sekutu Burnham nan bekerja menjaga loyalitas para personil parlemen Partai Buruh, terutama mereka nan baru saja dicopot dari kedudukan menteri. Ketegangan mulai terlihat saat Darren Jones secara terbuka mengkritik kebijakan tagihan daya Burnham.
Spekulasi Pemilu Dini
Di kembali layar Westminster, muncul desas-desus bahwa Burnham mungkin bakal memanfaatkan lonjakan popularitasnya di jajak pendapat untuk menyerukan pemilu awal (snap election). Langkah ini dianggap perlu untuk mengamankan mandat penuh selama lima tahun dan menghindari akibat penurunan ekonomi di masa depan.
Nigel Farage dari Partai Reformasi secara terbuka menuntut pemilu awal dengan argumen Burnham tidak mempunyai mandat langsung. Namun, sumber internal Partai Reformasi membocorkan adanya kekhawatiran jika pemilu dilakukan terlalu cepat, mengingat Farage tetap menghadapi masalah finansial dan proses pemilihan sela.
Burnham sendiri sejauh ini menepis kemungkinan tersebut. Namun, sejarah mencatat kegagalan Gordon Brown pada 2007 nan dijuluki "Bottler Brown" lantaran ragu-ragu mengambil momentum pemilu. Dengan kenaikan kilatnya nan didasarkan pada pertaruhan politik besar, publik sekarang menunggu apakah Burnham bakal kembali "melempar dadu" untuk mengukuhkan kekuasaannya. (bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·