Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun

3 jam yang lalu 10
Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun Para pemain Persebaya Surabaya melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Presiden 2026.(MI/Dok Piala Presiden 2026)

PERSEBAYA Surabaya akhirnya menyudahi penantian panjang selama 22 tahun untuk kembali merengkuh trofi juara. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut memastikan diri sebagai kampiun turnamen pramusim Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5. Laga final nan berjalan sengit ini digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.

Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi klub kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut. Ini merupakan gelar Piala Presiden pertama bagi Persebaya, sekaligus mengakhiri dahaga prestasi di level nasional sejak terakhir kali mereka menjuarai Liga Indonesia pada tahun 2004 silam.

Drama 120 Menit dan Adu Penalti

Pertandingan melangkah ketat sejak menit awal. Persebaya Surabaya sempat membuka kelebihan terlebih dulu melalui tindakan striker Ramadhan Sananta. Namun, Persib Bandung sukses merespons dan menyamakan kedudukan lewat gol Patricio Matricardi. Skor seri 1-1 memperkuat hingga waktu normal berakhir.

Memasuki babak tambahan waktu 2x15 menit, kedua tim tetap kandas menambah pundi-pundi gol meski beberapa kesempatan tercipta. Penentuan juara pun kudu dilakukan melalui babak adu penalti. Dalam babak tos-tosan tersebut, Persebaya tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 6-5 atas Maung Bandung.

Apresiasi Bernardo Tavares

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa anak asuhnya. Menurutnya, gelar ini mempunyai makna nan sangat mendalam bagi seluruh komponen klub dan para pendukung setia, Bonek dan Bonita.

"Kami membawa pulang trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, penantian itu berhujung hari ini. Persebaya akhirnya kembali mempunyai trofi," ujar Tavares dalam sesi konvensi pers usai laga.

Tavares mengakui bahwa kondisi bentuk pemain sebenarnya tidak dalam level maksimal lantaran agenda pemulihan nan sangat singkat. Namun, dia memuji mentalitas bertanding para pemainnya nan tidak kendur meski sempat kehilangan kelebihan di waktu normal.

"Saya sangat senang lantaran hari ini kami menang. Menurut saya kami mempunyai kesempatan nan lebih baik dibanding lawan. Semangat juang para pemain memperkuat sampai akhir pertandingan. Itu nan kudu kami pertahankan," tambahnya.

Penghormatan untuk Persib Bandung

Meski merayakan kemenangan, Tavares tetap memberikan rasa hormat kepada Persib Bandung nan telah memberikan perlawanan sengit hingga akhir. Ia juga mendoakan kesuksesan Persib nan bakal mewakili Indonesia di kejuaraan AFC.

"Persib juga berjuang dengan sangat baik dan layak mendapat apresiasi. Sayangnya hanya ada satu tim nan bisa menjadi juara. Saya mendoakan mereka sukses di kejuaraan AFC lantaran itu krusial bagi sepak bola Indonesia," tuturnya.

Dedikasi Reza Arya untuk Bonek

Kiper Persebaya, Reza Arya, nan tampil gemilang di bawah mistar gawang, mengaku sangat berterima kasih atas keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa gelar juara ini adalah hasil kerja keras kolektif di tengah keterbatasan waktu latihan.

"Alhamdulillah kami bisa meraih kemenangan. Penantian panjang Persebaya akhirnya terwujud. Saya berterima kasih kepada semua pemain nan bekerja sangat keras lantaran kami nyaris tidak punya waktu untuk berlatih, hanya menjalani recovery sebelum pertandingan," kata Reza.

Reza pun mempersembahkan trofi ini secara unik kepada family dan para pendukung nan tak henti memberikan dukungan.

"Terima kasih kepada keluarga, teman-teman, dan terutama Bonek-Bonita nan selalu mendukung Persebaya. Gelar ini juga untuk mereka," pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya