Pelatih Port FC Sarawut Treephan (tengah) berbareng pemainnya Asnawi Mangkualam (kiri) saat konvensi pers prapertandingan Piala Presiden 2026 di Surabaya, Sabtu (25/7/2026).(Antara)
PERSEBAYA Surabaya menegaskan komitmennya untuk tetap tampil maksimal pada pertandingan terakhir fase grup Piala Presiden 2026. Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut memilih konsentrasi menghadapi Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8), daripada memperkirakan mengenai calon musuh di babak semifinal.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan bahwa seluruh perhatian tim saat ini sepenuhnya tertuju pada klub asal Thailand tersebut. Meski tiket semifinal sudah dipastikan berada di tangan, Tavares menilai laga kontra Port FC tetap mempunyai makna strategis bagi proses pengembangan tim.
"Sekarang konsentrasi kami beranjak ke pertandingan melawan Port FC. Mereka adalah tim nan bagus dan kami kudu menganalisis kekuatan mereka dengan baik," ujar Bernardo Tavares di Surabaya, Jumat (31/7).
Prioritas Pemulihan di Tengah Jadwal Padat
Pelatih berumur 46 tahun tersebut mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya strategi di lapangan, melainkan kondisi bentuk para pemain. Jadwal pertandingan nan sangat rapat di turnamen pramusim ini memaksa tim pembimbing untuk memprioritaskan proses pemulihan.
Tavares menekankan bahwa hasil pertandingan melawan Port FC bakal menentukan posisi akhir Persebaya di klasemen grup, nan tentunya berakibat pada skema di fase gugur nanti.
"Laga itu bakal menentukan apakah kami finis sebagai juara grup alias runner-up. Namun, kami kudu menyelesaikan proses pemulihan pemain terlebih dahulu," katanya. Ia menambahkan bahwa ritme pertandingan nan berdekatan membikin waktu latihan taktis menjadi sangat terbatas.
Eksperimen Posisi dan Pengembangan Tim
Sebagai bagian dari persiapan menuju kejuaraan resmi, Tavares terus memanfaatkan setiap laga Piala Presiden untuk menguji kedalaman skuad. Ia berencana mencoba beberapa pemain di posisi nan berbeda guna memandang opsi strategi nan bisa diterapkan di masa depan.
"Karena ini tetap fase pramusim, kami juga mau memandang beberapa pemain di posisi nan berbeda. Sayangnya, agenda pertandingan nan padat membikin kami tidak mempunyai banyak waktu untuk berlatih," ungkap pembimbing asal Portugal tersebut.
Menurutnya, situasi ini membikin proses pengembangan tim menjadi lebih menantang. Setelah satu pertandingan usai, pemain praktis hanya mempunyai waktu singkat untuk recovery sebelum kembali turun ke lapangan.
Fokus Selangkah demi Selangkah
Mengenai potensi musuh di semifinal, Tavares enggan berkomentar banyak. Baginya, menjaga konsistensi permainan dan mengikuti rencana pembentukan tim jauh lebih krusial daripada memilih-milih lawan.
"Fokus kami saat ini bukan memikirkan semifinal. Kami kudu menyelesaikan pertandingan melawan Port FC terlebih dahulu. Jika kami menjadi juara grup, situasinya bakal berbeda dibanding jika kami finis sebagai runner-up. Karena itu kami memilih konsentrasi selangkah demi selangkah," pungkasnya. (FL/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·