ilustrasi(Pertagas)
Menjaga keandalan pasokan energi menjadi salah satu corak kontribusi nyata dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. Bagi pekerja di sektor energi, tugas tersebut tetap dijalankan di beragam wilayah operasi, termasuk ketika masyarakat tengah memperingati momentum kemerdekaan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari aktivitas PT Pertamina Gas (Pertagas) dalam menjaga keandalan prasarana transportasi dan penyaluran gas di sejumlah wilayah Indonesia. Perusahaan memastikan operasional tetap melangkah melalui pekerja nan bekerja di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan.
Direktur Utama PT Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, mengatakan keberlangsungan penyaluran daya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat dan perekonomian.
“Bagi kami, semangat kemerdekaan bukan hanya tentang memperingati sejarah, tetapi juga tentang memastikan daya terus mengalir untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian. Para pekerja Pertagas di Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan terus menjalankan tugasnya menjaga keandalan prasarana gas sebagai bagian dari kontribusi untuk negeri,” ujar Indra di Jakarta (26/8).
Menurut Indra, keandalan prasarana menjadi salah satu aspek krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional. Infrastruktur nan terjaga memungkinkan proses transportasi dan penyaluran gas berjalan secara berkesinambungan untuk memenuhi kebutuhan beragam sektor.
Hal tersebut sejalan dengan semangat “Energi Merah Putih Indonesia Makmur” nan menjadi bagian dari upaya Pertamina Group memperkuat kemandirian dan ketahanan daya nasional.
“Energi merupakan salah satu kekuatan krusial bagi kemajuan Indonesia. Karena itu, menjaga keandalan prasarana dan memastikan penyaluran daya melangkah dengan baik merupakan corak nyata nasionalisme nan dilakukan para pekerja Pertagas setiap hari,” katanya.
Komitmen tersebut juga ditunjukkan melalui aktivitas jejeran dewan nan melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah operasi untuk memantau kesiapan dan keandalan prasarana penyaluran gas.
Kegiatan itu dilakukan beriringan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia nan digelar secara serentak di enam area operasi Pertagas, ialah Balikpapan, Cikarang, Surabaya, Pangkalan Brandan, Rokan, dan Palembang.
Upacara di masing-masing wilayah diikuti para pekerja Pertagas dan dipimpin jejeran dewan sebagai pengawas upacara. Para Perwira Pertagas bekerja dalam pengibaran Sang Merah Putih, sementara pekerja mengenakan busana wilayah sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.
Corporate Secretary PT Pertamina Gas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan bagi seluruh pekerja untuk memperkuat kembali komitmen memberikan kontribusi melalui pekerjaan sehari-hari.
“Peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum bagi seluruh insan Pertagas untuk kembali meneguhkan komitmen memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia. Semangat ini kami wujudkan melalui kerja nyata, menjaga keandalan operasional, dan memastikan prasarana daya dapat terus mendukung masyarakat serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Sulthani.
Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, Pertagas mempunyai peran dalam mendukung kebutuhan daya nasional melalui aktivitas transportasi dan penyaluran gas. Peran tersebut membikin keandalan prasarana menjadi aspek krusial nan perlu dijaga secara berkelanjutan.
Sulthani menambahkan bahwa semangat tersebut selaras dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bagi pekerja untuk terus mengambil bagian dalam membangun Indonesia nan mandiri, berkekuatan saing, dan sejahtera.
“Semangat kemerdekaan kudu terus hidup dalam setiap pekerjaan dan kontribusi kita. Pertagas bakal terus menjalankan perannya dalam mendukung ketahanan daya sekaligus memberikan nilai tambah bagi negeri,” pungkas Sulthani. (E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·