Pertamina Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM-LPG NTT

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga terus bergerak melakukan penanganan akibat gempa bumi nan melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memastikan kebutuhan daya masyarakat tetap terpenuhi. Upaya dilakukan melalui pemulihan sarana dan akomodasi energi, penguatan distribusi, hingga skema alih suplai.

Sebanyak 6 Fuel Terminal (FT) beraksi dan terus menjalankan suplai dan pengedaran energi. Sementara 3 FT terus melakukan persiapan penyaluran sembari menunggu akses jalan nan terdampak longsor bisa kembali normal.

Di sisi lembaga penyalur BBM, pemulihan SPBU mengalami peningkatan, dari 52 SPBU di wilayah Flores, saat ini terdapat 35 SPBU telah beraksi alias penambahan 3 SPBU nan kembali beroperasi. Sebanyak 17 SPBU lainnya tetap dalam tahap pemulihan secara berjenjang lantaran sejumlah mitra dan tenaga operasional tetap konsentrasi pada proses pemindahan serta pemulihan, sementara beberapa letak juga menghadapi hambatan listrik, jaringan komunikasi, maupun akibat kerusakan sarana.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan pengedaran tetap melangkah melalui beragam alternatif. Salah satunya dengan menyiapkan alih suplai dari FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere, termasuk support moda transportasi laut untuk memperkuat pasokan ke wilayah nan akses daratnya tetap terdampak.

"Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran daya menjadi prioritas kami. Karena itu, pemulihan dilakukan secara berjenjang dengan memastikan setiap akomodasi nan bakal dioperasikan telah melalui pengecekan dan memenuhi aspek keselamatan," ujar Kitty.

Di sektor LPG, 5 pemasok LPG di wilayah Flores tetap beraksi dalam kondisi aman, dengan stok secara umum berada dalam kondisi tersedia di level pemasok dan outlet. Pada pembaruan 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung telah tiba di Maumere.

Pertamina Patra Niaga bakal terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, lembaga terkait, mitra lembaga penyalur, serta seluruh stakeholder untuk mempercepat pemulihan.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya