ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memproyeksikan produksi minyak dari sumber migas non konvensional (MNK) di Blok Rokan, Riau, bisa menembus nomor 40.000 hingga 50.000 barel per hari (bph) pada masa puncak (peak).
Pengembangan MNK dinilai menjadi strategi baru perusahaan untuk menjaga produksi dan kesiapan daya dalam negeri di tengah tantangan sumur minyak nan sudah tua.
Sebagai informasi, sumur MNK nan saat ini dikembangkan oleh PHR ialah Sumur Gulamo DET-1, Blok Rokan dan Sumur Kelok DET-1, Blok Rokan.
Direktur Utama Pertamina Hulu Rokan Muhammad Arifin menjelaskan bahwa perusahaan sekarang tengah menyiapkan tahapan operasional untuk mengolah persediaan di persediaan nan baru ditemukan tersebut. Dia menyebut pihaknya turut menahan laju penurunan produksi alamiah pada lapangan konvensional.
"Bahkan jika di Rokan kami pun insya Allah entering a new business di salah satu reservoir nan baru saja kita temukan ialah kita sebut migas non konvensional. Which is ini insya Allah nan pertama di Indonesia untuk kita kembangkan demi mempertahankan kebutuhan daya nasional," ucapnya dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, dikutip Selasa (14/7/2026).
Potensi produksi jumbo tersebut didasarkan pada temuan sumber daya kategori 2C nan mencapai nyaris 740 juta barel setara minyak dari MNK Gulamo dan Kelok. Berbeda dengan lapangan konvensional, penambangan MNK memerlukan teknologi unik lantaran karakter minyak nan terjebak di dalam bebatuan nan lengket.
"Mudah-mudahan MNK lapangan di Rokan ini bisa berkontribusi sampai kelak peak-nya di 40 sampai 50 ribu barrel oil per day buat negara," kata Arifin.
Pada prosesnya, PHR bakal memulai pengeboran sumur appraisal pertama pada Desember 2026 setelah mendapatkan persetujuan Kontrak Bagi Hasil (KBH) dari pemerintah. Jika fase penilaian tersebut berhasil, perusahaan berencana menambah 8 sumur demonstrasi pada tahun depan untuk membuktikan efektivitas teknologi multi-stage fracturing.
"Selain ngebornya lurus kelak direksional DD lampau di-fracturing di rekah reservoir-nya nan tadinya mungkin hanya sekecil ini terus kita rekah pakai pressure jadi lebih besar kita ganjal sehingga minyak-minyak nan terjebak di dalam batuan nan sangat lengket bisa kita produksikan ke atas," tandasnya.
(wia)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·