Biosolar B50 di SPBU wilayah Sulawesi.(Dok. MI)
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus bergerak masif memperluas penyaluran bahan bakar ramah lingkungan Biosolar B50 di seluruh Pulau Sulawesi. Langkah strategis ini menjadi bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah memperkuat ketahanan daya nasional sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Penyaluran Biosolar B50 dilakukan secara berjenjang di seluruh wilayah operasional Sulawesi dengan mengedepankan kesiapan rantai pasok, keandalan prasarana terminal, dan kesiapan stok. Strategi ini bermaksud memastikan proses transisi daya melangkah mulus tanpa mengganggu kebutuhan daya masyarakat.
Hingga pertengahan Juli 2026, seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi nan berlokasi di Makassar, Bitung, Baubau, dan Donggala telah siap dan aktif melayani penyaluran Biosolar B50. Perluasan ke Fuel Terminal dan End Terminal lainnya terus dipacu sesuai dengan agenda suplai serta kesiapan operasional masing-masing unit.
Per 22 Juli 2026, masyarakat sudah dapat menikmati Biosolar B50 di 590 SPBU nan tersebar di enam provinsi Pulau Sulawesi. Berikut adalah rincian sebaran SPBU penyedia Biosolar B50:
| Sulawesi Selatan | 280 |
| Sulawesi Tenggara | 102 |
| Sulawesi Tengah | 76 |
| Sulawesi Utara | 71 |
| Sulawesi Barat | 35 |
| Gorontalo | 26 |
Pertamina memastikan jumlah titik salur ini bakal terus bertambah seiring penyelesaian integrasi rantai pengedaran di seluruh terminal penyalur. Guna menjamin keamanan, Pertamina menerapkan pengawasan ketat mulai dari kendali mutu (quality control) produk hingga keandalan sistem pengedaran digital.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa ekspansi ini adalah pilar krusial dalam mendukung sasaran transisi daya bersih nasional.
"Perluasan penyaluran Biosolar B50 kami lakukan secara berjenjang dengan memperhitungkan matang kesiapan prasarana di setiap wilayah. Pertamina memastikan seluruh penerapan sesuai standar operasional ketat agar kualitas produk terjaga dan pengedaran lancar," terang Lilik dalam siaran pers, Kamis (23/7).
Lilik menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi lintas sektor berbareng regulator dan pemerintah daerah. "Kolaborasi menjadi kunci. Kami terus memantau proses di lapangan demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berada pada performa terbaiknya," imbuhnya.
Melalui inisiatif ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mempertegas peran aktifnya dalam menggerakkan roda ekonomi di sektor transportasi, industri, hingga upaya mikro melalui pasokan daya nan lebih hijau dan berkelanjutan.
Masyarakat nan memerlukan info lebih lanjut mengenai kesiapan produk dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135 alias melalui aplikasi resmi Pertamina. (H-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·