Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(AFP)
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (4/8) menepis rumor nan menyatakan dirinya mengundurkan diri dari jabatannya di tengah eskalasi konflik militer dengan Amerika Serikat.
"Jika saya bakal mundur, saya pasti bakal umumkan secara terbuka. Saya tak bakal mengundurkan diri dan saya bakal melanjutkan perjuangan," kata Pezeshkian dalam pidato nan disiarkan instansi buletin IRNA.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis buletin nan disiarkan media oposisi Iran bahwa Pezeshkian beberapa kali berupaya meminta pengunduran dirinya kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Dia juga membantah ada perselisihan dengan Khamenei dan angkatan bersenjata Iran, sembari menegaskan bahwa mereka bekerja sama dengan penuh keselarasan. "Semuanya tahu jika ada perselisihan, angkatan bersenjata pasti bakal berada di sisi Khamenei," ucap Pezeshkian.
Iran sedang dalam keadaan perang dengan Amerika Serikat saat AS dan Israel melancarkan serangan campuran ke Iran pada Februari lalu. Iran lantas membalas dengan serangan rudal dan droneke negara-negara Teluk nan mempunyai aset militer AS.
Kemudian, AS dan Iran sepakat untuk melakukan gencatan senjata pada April, disusul dengan penandatanganan memorandum perdamaian nan tercapai melalui mediasi Pakistan pada Juni lampau untuk menghentikan bentrok militer dan mewujudkan kesepakatan damai.
Namun demikian, kesepakatan itu kandas terwujud bulan lampau setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama nyaris dua pekan. Presiden AS Donald Trump pun kemudian tiba-tiba menghentikan serangan udara di tengah berita adanya pembicaraan untuk menyelesaikan bentrok tersebut. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·