Suasana kerusakan letak ledakan di perumahan Grand Polonia(MI/Yoseph Pencawan)
PT PGN (Persero) Tbk membantah dugaan polisi soal penyebab ledakan nan terjadi di perumahan Grand Polonia, Medan. Hal itu didasarkan pada kebenaran tidak ditemukannya kandungan gas metana alias gas bumi di salah satu rumah nan diduga menjadi letak sumber ledakan.
"Hasil penemuan gas nan dilakukan tim kami menunjukkan nomor 0 part per million (ppm) di seluruh area kejadian," ungkap Area Head PGN Medan Agus Kurniawan, Selasa (21/7).
Dia menjelaskan, pengukuran dilakukan pada malam kejadian dan disaksikan langsung oleh pihak eksternal berwenang. Pemeriksaan dilakukan di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah nan diduga menjadi letak ledakan.
"Berdasarkan hasil penemuan gas nan dilakukan oleh tim PGN nan disaksikan pihak eksternal berkuasa pada malam ini di letak kejadian, termasuk di area lantai 1 maupun lantai 2 rumah terkait, menunjukkan nomor 0 ppm alias tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana," paparnya.
Meski hasil penemuan menunjukkan nihilnya kandungan gas, Agus menegaskan penyebab pasti kejadian itu tetap menunggu hasil investigasi resmi dari abdi negara berwenang. PGN menyatakan belum bisa menyimpulkan sumber ledakan sebelum proses penyelidikan tuntas.
Sebagai langkah tanggap darurat, PGN menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengamankan letak kejadian. Perseroan menurunkan tim teknis untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian.
PGN juga menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada para korban nan terdampak kejadian tersebut. Agus memastikan perseroan terus berkoordinasi intensif dengan abdi negara dan pihak berkuasa setempat untuk memantau penanganan di lapangan.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, hasil investigasi awal penyebab ledakan di perumahan Grand Polonia mengarah pada kebocoran pipa gas nan tertanam di bawah tanah. Polisi telah melakukan pemeriksaan di letak menggunakan perangkat pendeteksi gas.
“Pada pukul 15.30 WIB terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia. Dari hasil investigasi awal nan sekarang ini tetap berlangsung, disebabkan adanya kebocoran dari pipa gas tanam alias pipa gas bawah tanah,” ungkapnya, Senin (20/7) malam.
Menurut dia, perangkat pendeteksi gas menunjukkan adanya indikasi kebocoran. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.
“Kami sudah masuk menggunakan perangkat penemuan gas dan memang terdeteksi adanya gas. Tapi ini tetap dugaan dari investigasi awal,” ujarnya. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·