ARTICLE AD BOX
Pelatih Timnas Prancis Luis de la Fuente.((AFP))
PELATIH tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, meyakini anak asuhnya mempunyai modal kuat untuk menumbangkan tim favorit turnamen, Prancis, pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, pada Rabu (15/7). De la Fuente menegaskan bahwa dirinya mengusung ekspektasi nan sangat tinggi menjelang duel sengit menghadapi skuad didikan Didier Deschamps tersebut.
Keyakinan ini membubung setelah La Roja sukses menembus babak empat besar berkah kemenangan 2-1 atas Belgia di perempat final. Keberhasilan tersebut disebut De la Fuente sebagai buah dari kerja keras seluruh personil skuad, terutama dengan sumbangan gol dari Fabian Ruiz dan Mikel Merino nan merupakan bagian dari rotasi lini tengahnya.
"Prancis mempunyai potensi nan luar biasa, begitu pula dengan kami. Kami mempunyai ekspektasi nan sangat tinggi untuk pertandingan berikutnya," ujar De la Fuente dikutip dari the Guardians.
Pertemuan di Dallas ini diprediksi bakal melangkah sangat ketat dan menguras fisik. De la Fuente menyadari bahwa rotasi dan kebugaran pemain bakal menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas Les Bleus nan tampil impresif sepanjang turnamen, termasuk saat menyingkirkan Maroko di perempat final. "Saya pikir pertandingan ini sangat terbuka. Ini bakal memerlukan pemain nan segar dan energik. Kami bakal memberikan segalanya," kata De la Fuente.
Spanyol dipastikan mempunyai kepercayaan diri berlebih mengingat mereka sempat mengalahkan Prancis dengan skor serupa, 2-1, pada fase nan sama di Euro 2024 sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa.
Meski demikian, keputusan De la Fuente dalam meracik strategi kerap mengundang perhatian, seperti saat memainkan Ruiz sejak awal dan membangkucadangkan Pedri kala berjumpa Belgia. Namun strategi tersebut terbukti jitu setelah Ruiz mencetak gol Piala Dunia pertamanya, disusul Merino nan kembali menjadi pahlawan dari bangku cadangan.
"Setiap orang di lapangan mempunyai tugas dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Kami kudu membikin keputusan nan selalu sangat terperinci, sangat dianalisis, dan sangat disesuaikan dengan lawan," tutur De la Fuente.
Kedalaman skuad Spanyol nan merata ini pun diakui oleh pembimbing Belgia, Rudi Garcia. Seusai laga perempat final, Garcia memuji kontinuitas nan dimiliki rivalnya tersebut nan dinilai menjadi kekuatan utama Spanyol dalam mengukir prestasi.
"Skuad mereka tidak hanya berjuntai pada satu alias dua pemain. Sangat krusial bagi sebuah tim nasional untuk mempunyai kontinuitas dengan pemain nan bermain berbareng dalam waktu lama," kata pembimbing Belgia itu.
Kendati sukses melangkah ke semifinal, Spanyol tetap mempunyai sejumlah catatan evaluasi. Pada laga kontra Belgia, lini tengah sempat goyang setelah Ruiz ditarik keluar, sementara Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal dinilai kurang klinis di lini depan.
Namun, catatan positif juga mengiringi langkah mereka, termasuk rekor Unai Simon nan sempat menjaga gawangnya tidak kebobolan selama 650 menit di Piala Dunia sejak 2022, serta rekor De la Fuente nan belum terkalahkan dalam 13 laga di turnamen mayor.
Menghadapi Prancis, De la Fuente memastikan anak asuhnya siap tempur demi menjaga momentum positif tersebut dan mengamankan tiket ke partai puncak. "Dengan rasa hormat nan setinggi-tingginya kepada rival kami, kami merasa bisa mengalahkan tim mana pun. Kami berada di posisi nan hebat," ucap De la Fuente. (Ndf/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·