Piala Dunia 2026 mencatat rekor 6,6 juta penonton.(Dok. Medcom)
PIALA Dunia 2026 resmi mencatatkan diri sebagai jenis terbesar dalam sejarah sepak bola dengan memecahkan rekor jumlah penonton. Menjelang laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol, FIFA menyatakan turnamen ini melangkah sukses luar biasa meski sempat dibayangi kekhawatiran mengenai format baru 48 tim dan lonjakan nilai tiket.
Berdasarkan info FIFA nan dirilis sebelum laga perebutan tempat ketiga, turnamen ini telah menarik total 6.665.825 penonton. Angka tersebut melampaui campuran jumlah penonton Piala Dunia 2018 dan 2022, dengan rata-rata kehadiran 65.351 orang per pertandingan dan tingkat keterisian stadion mencapai 99,7%.
Keberhasilan ini sekaligus menepis keraguan bahwa penambahan peserta bakal menurunkan kualitas kompetisi. Sebaliknya, drama besar tercipta dari tim-tim non-unggulan. Tanjung Verde sukses menahan seri Spanyol, sementara Curacao bisa mengimbangi Ekuador. Selain itu, rekor sembilan wakil Afrika sukses menembus fase gugur, termasuk Mesir nan mencetak sejarah lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya.
Dari sisi produktivitas, turnamen ini mencatatkan 307 gol dari 103 pertandingan dengan rata-rata 2,98 gol per laga, tertinggi sejak 1958. Bintang Prancis, Kylian Mbappe, memimpin daftar top skor dengan 10 gol, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol.
Sementara itu, Lionel Messi nan menjalani Piala Dunia keenamnya telah mengoleksi delapan gol menjelang partai puncak.
Namun, kesuksesan ini tidak lepas dari kontroversi politik di Amerika Serikat. Kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump menyebabkan wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk, serta memicu keluhan dari tim nasional Iran mengenai pembatasan visa.
"Saya pikir kami adalah tim nan paling tertindas di Piala Dunia," ujar pembimbing Iran, Amir Ghalenoei.
Skandal intervensi juga mencuat saat Trump dilaporkan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino menunda balasan skorsing penyerang AS, Folarin Balogun. Meski diwarnai kritik tajam, posisi Infantino tetap kuat dengan support dari beragam konfederasi untuk pemilihan Presiden FIFA 2027. Keberhasilan jenis ini apalagi memicu wacana ekspansi lebih lanjut menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030 mendatang. (AFP/Z-10)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·