Piala Presiden Jadi Laboratorium Meramu Tim Jelang Musim Baru Liga

3 jam yang lalu 12
Piala Presiden Jadi Laboratorium Meramu Tim Jelang Musim Baru Liga Aksi para pemain di laga Piala Presiden 2026.(MI/Dok Piala Presiden 2026)

TURNAMEN  pramusim Piala Presiden Elite 2026 menjadi arena bagi klub-klub untuk memandang potensi kekuatan skuad sebelum musim baru liga dimulai. 

Bagi para klub peserta, turnamen pramusim tersebut menjadi ruang untuk menguji komposisi skuad, memberi jam terbang kepada pemain muda, sekaligus mematangkan persiapan sebelum mengarungi kejuaraan panjang sesungguhnya ialah Super League.

Di tengah misi membangun tim itu, Persebaya Surabaya tampil sebagai kampiun usai mengalahkan Persib Bandung di partai final. 

Persebaya Surabaya menjadi tim nan sukses memanfaatkan momentum tersebut. Bajul Ijo menutup turnamen dengan mengangkat trofi setelah menaklukkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5 pada final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam.

Persebaya keluar sebagai kampiun sekaligus mengakhiri puasa trofi selama 22 tahun. Gelar itu juga menjadi trofi Piala Presiden pertama bagi Bajul Ijo. 

Sang pembimbing Bernardo Tavares menyebut keberhasilan tersebut mempunyai makna spesial bagi klub dan para pendukungnya.

"Kami membawa pulang trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Setelah 22 tahun tanpa trofi besar, penantian itu berhujung hari ini. Selamat untuk Bonek dan Bonita," kata Tavares seusai laga.

Meski puas dengan hasil akhir, Tavares menilai pekerjaan tim belum selesai. Dia menilai semangat juang para pemain sepanjang turnamen kudu menjadi modal menghadapi musim baru di liga. 

Pandangan serupa disampaikan kiper Reza Arya. Baginya, gelar pramusim menjadi awal dari perjalanan panjang nan bakal dihadapi Persebaya di Super League.

"Ini baru permulaan lantaran tetap pramusim. nan paling krusial kelak kami bisa menjalani liga dengan baik. Kami tetap pemanasan, tetapi alhamdulillah bisa menjadi juara. Semoga di liga kelak kami tampil konsisten," kata Reza.

Di kubu Persib, kekalahan di partai puncak tidak menghapus catatan positif. Pelatih Igor Tolic mengaku sengaja memanfaatkan Piala Presiden sebagai panggung bagi pemain muda untuk menunjukkan kualitas mereka. Kondisi skuad nan belum sepenuhnya komplit membikin Persib lebih konsentrasi soal kedalaman tim.

Pelatih asal Kroasia itu juga menegaskan Persib sekarang langsung mengalihkan konsentrasi ke agenda berikutnya, ialah persiapan menghadapi Super League dan babak kualifikasi kejuaraan antarklub Asia ACL 2. 

Tolic memastikan Persib juga bakal menggelar pemusatan latihan di Bali sebagai bagian dari tahap akhir persiapan sebelum memasuki musim baru.

"Sekarang kami kudu mempersiapkan diri untuk liga, kualifikasi Liga Champions Asia, dan semua tantangan nan ada di depan. Para pemain menunjukkan motivasi nan luar biasa. Penalti memang lotre, tetapi saya percaya suporter bisa bangga dengan perkembangan tim ini dan apa nan bakal kami tampilkan musim depan," katanya.

Ajang Pemain Muda Unjuk Gigi

Piala Presiden 2026 juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Francisco Rivera (Persebaya) dinobatkan sebagai Pemain Terbaik sedangkan Gustavo Henrique (Arema FC) keluar sebagai top skor dengan koleksi empat gol.

Gelar Pemain Muda Terbaik jatuh ke tangan pemain Persija Jakarta, Arlyansyah Abdulmanan. Persija sendiri menutup turnamen di posisi ketiga setelah menaklukkan Arema FC dengan skor 3-1 pada laga perebutan tempat ketiga.

Penampilan pemain muda memang menjadi salah satu catatan positif sepanjang turnamen. Mereka bersaing dengan pemain senior dan mendapat menit bermain nan cukup seperti Arlyansyah nan mencuri perhatian dengan torehan tiga gol selama turnamen.

Pemain Persija Witan Sulaeman juga menilai Piala Presiden memberikan fondasi krusial sebelum memasuki musim kompetisi. Dia memberi apresiasi unik kepada para pemain muda Persija nan dinilainya tampil tanpa rasa takut.

"Mereka bermain luar biasa, tampil percaya diri, dan memberikan segalanya di lapangan. Semoga kami terus membangun chemistry dan ketika semua pemain sudah lengkap, kami bisa lebih konsentrasi menghadapi liga," ucap Witan.

Pelatih Shin Tae-yong juga menyebut Piala Presiden menjadi kesempatan untuk menilai kualitas pemain muda nan berkesempatan menjadi bagian krusial tim sepanjang musim nanti. 

Shin Tae-yong mengaku telah memeroleh gambaran mengenai pemain nan bakal masuk skuad untuk menghadapi Super League.

"Saya berterima kasih kepada pemain lokal dan pemain muda nan tampil sangat baik. Dengan persiapan nan belum maksimal, finis di posisi ketiga merupakan hasil nan memuaskan," ujar Shin.

"Di turnamen ini saya memang mau memandang keahlian para pemain muda dan menentukan siapa nan bisa dibawa ke kejuaraan liga. Dari sisi tujuan itu, saya puas," ucapnya.

Adaptasi Pemain Baru

Di kubu Arema FC, pembimbing Marcos Santos juga memandang banyak faedah dari turnamen pramusim ini meski Arema finis di ranking empat. 

Meski kecewa dengan hasil akhir, Santos menilai Piala Presiden memberikan gambaran mengenai karakter dan komitmen pemain nan dimilikinya. 

Marcos menegaskan pertimbangan nan diperoleh selama turnamen jauh lebih berbobot dibanding sekadar hasil di papan skor. Kompetisi pramusim menjadi ruang untuk mempercepat penyesuaian pemain baru dengan sistem permainan nan diinginkan tim pelatih.

"Turnamen ini sangat bagus untuk memandang perilaku, komitmen, dan kualitas pemain nan bakal membantu Arema musim ini. Kami juga bisa mengetahui siapa nan tetap kudu berkembang selama proses tersebut," katanya.

"Tim terus berkembang selama turnamen. Ini krusial untuk mengintegrasikan pemain baru, memahami karakter mereka, sekaligus membikin mereka memahami tekanan ketika mengenakan jersey Arema," lanjut Marcos.

Marcos memastikan timnya tetap bakal menjalani sejumlah laga uji coba sebelum Super League dimulai. Dia menilai persiapan musim ini Arema mempunyai waktu berlatih lebih panjang dan mendapat pengalaman bertanding lewat Piala Presiden. (Z-1)

Selengkapnya