Pintu Devisa Baru, 11.882 Produk RI Masuk Lokasi Ini Kena Diskon Tarif

13 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menilai Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia alias Indonesia-EAEU FTA bakal menjadi salah satu pintu baru bagi produk nasional untuk menembus pasar ekspor nontradisional. Kesepakatan tersebut sekarang telah mendapat lampu hijau dari Komisi VI DPR RI untuk dilanjutkan ke tahap pengesahan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan area Eurasia mempunyai potensi pasar nan besar dengan lima negara anggota, ialah Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgistan. Perjanjian ini juga dinilai bisa memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

"Perjanjian jual beli ini krusial lantaran bakal membuka lebih luas akses pasar ekspor Indonesia, meningkatkan daya saing pelaku upaya nasional khususnya UMKM, membuka kesempatan masuk ke rantai pasok dunia melalui EAEU sebagai hub produk ekspor Indonesia untuk wilayah Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa Timur," kata Budi di Gedung DPR, Selasa (21/7/2026).

Pemerintah menyebut sebagian besar produk ekspor Indonesia bakal memperoleh akomodasi penghapusan maupun penurunan tarif. Komoditas nan diperkirakan menikmati faedah terbesar antara lain produk sawit, karet, kopi, hasil perikanan, tekstil, dasar kaki, furnitur hingga produk elektronik.

"Dari sisi akses pasar, Indonesia mendapat penghapusan dan penurunan tarif sebanyak 11.882 pos tarif alias 90,5% dari total pos tarif EAEU," ujarnya.

Eurasia. (Dok. Eurasia)Eurasia. (Dok. Eurasia) Foto: (Dok. Eurasia)

Selain membuka kesempatan ekspor, pemerintah juga memperkirakan perjanjian tersebut bakal memberikan akibat ekonomi nan lebih luas. Peningkatan ekspor diproyeksikan ikut mendorong kesejahteraan nasional serta pertumbuhan ekonomi meski dalam skala bertahap.

"Dari sisi faedah ekonomi, Indonesia-EAEU FTA diproyeksikan dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke EAEU dalam kisaran 2,87 sampai 2,89 miliar dolar AS, meningkatkan kesejahteraan Indonesia sebesar 69,98 juta dolar AS, serta meningkatkan PDB riil sebesar 0,0059%," kata Budi.

Persetujuan dari Komisi VI DPR menjadi langkah krusial agar perjanjian tersebut dapat segera memasuki tahap implementasi. Pemerintah menilai semakin sigap kesepakatan diberlakukan, semakin besar kesempatan eksportir nasional memanfaatkan akomodasi tarif preferensi nan telah disepakati berbareng negara-negara personil EAEU.

"Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih atas hasil rapat kerja hari ini, dan mudah-mudahan semua perjanjian jual beli nan sedang proses ratifikasi bisa segera kami selesaikan dan segera kami implementasikan di dalam pelaksanaan," kata Budi.

[Gambas:Instagram]

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya