PM Tailan Janjikan Pengetatan Senjata Api usai Tragedi Penembakan Massal Remaja 14 Tahun

1 jam yang lalu 3
PM Tailan Janjikan Pengetatan Senjata Api usai Tragedi Penembakan Massal Remaja 14 Tahun PM Anutin Charnvirakul berjanji memperketat undang-undang kepemilikan senjata api.(EPA)

PERDANA Menteri Tailan Anutin Charnvirakul berjanji bakal memperketat undang-undang kepemilikan senjata api menyusul tragedi penembakan massal nan dilakukan seorang remaja berumur 14 tahun di pinggiran Bangkok. Insiden berdarah tersebut menewaskan delapan orang dan melukai 22 lainnya.

Pelaku mengawali aksinya dengan membunuh kakek dan nenek nan tinggal bersamanya, sebelum mendatangi Sekolah Debsirin di Nonthaburi, tempat dia mengecap pendidikan. Di sekolah tersebut, pelaku menembak meninggal lima pembimbing dan seorang siswa nan belakangan dilaporkan meninggal akibat luka-lukanya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Menanggapi tragedi ini, PM Anutin Charnvirakul menegaskan rencananya untuk merancang undang-undang baru nan membatasi pembawaan senjata api di tempat umum. Regulasi tersebut nantinya hanya mengizinkan pejabat pemerintah nan sedang bekerja untuk membawa senjata.

Anutin menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian nan dinilainya sebagai sebuah tragedi memilukan.

"Saya tidak hanya merasa iba pada para korban, tetapi saya merasa sedih perihal ini bisa terjadi. Bagaimana ini bisa terjadi di negara kita," ujar Anutin.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan serangan tersebut tampak telah dirancang secara matang. "Aksi ini dipersiapkan dengan baik, dengan langkah-langkah nan jelas dan tujuan nan jelas," tegas sang Perdana Menteri.

Kronologi Penembakan Berdarah

Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, pelaku diduga menembak kakeknya nan berumur 73 tahun dan neneknya nan berumur 74 tahun di kediaman mereka sekitar pukul 05.00 waktu setempat pada Jumat. Petugas menyatakan kedua korban tewas akibat luka tembak tunggal di bagian kepala.

Pelaku kemudian tetap menghadiri pelajaran pertamanya di sekolah pada pukul 08.30. Sekitar pertengahan jam pelajaran kedua pada pukul 09.20, remaja tersebut mengeluarkan senjata api dan mulai melakukan penembakan massal.

Kepala Polisi Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee menjelaskan, pelaku pertama kali menembak tiga pembimbing di lantai enam gedung sekolah.

"Dia kemudian melangkah turun tangga dan berjumpa dengan wakil kepala sekolah serta sekretaris kepala sekolah nan sedang naik tangga untuk memeriksa situasi. Penyerang menembak dan membunuh keduanya di tangga," ujar Dejrapee.

Petugas kepolisian nan dikerahkan ke letak menemukan pelaku telah tewas menembak dirinya sendiri sekitar pukul 10.40. Kapolri Jenderal Kittiratt Phanphet mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan forensik menunjukkan tembakan pelaku sangat jeli dan mengenai organ vital para korban.

Asal Senjata dan Motif Pelaku

Kapolres Kolonel Thadsakorn Konthong menyatakan bahwa senjata dan amunisi nan digunakan pelaku merupakan milik kakeknya nan tersimpan di bilik tidur. Media setempat mengonfirmasi senjata tersebut terdaftar secara sah dan mempunyai izin resmi.

Dari hasil pemeriksaan perangkat elektronik milik pelaku, polisi menemukan sejumlah video nan berangkaian dengan tindakan penembakan sekolah di Amerika Serikat. Pihak family menggambarkan pelaku sebagai remaja nan tenang dan berperilaku baik, namun menghabiskan banyak waktu di rumah untuk bermain gim video bernuansa kekerasan. (BBc/Z-2)

Selengkapnya