Jakarta, CNBC Indonesia - Peristiwa penembakan terjadi di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, Jumat (7/8/2025). Kejadian ini menewaskan delapan orang diantaranya pembimbing dan pelaku.
Mengutip Reuters, Kepolisian Thailand mengidentifikasi pelaku penembakan itu rupanya seorang remaja laki-laki berumur 14 tahun. Pelaku juga disebut merupakan siswa di sekolah nan menjadi letak penembakan maut tersebut.
Adapun, pelaku nan identitasnya belum diungkap ke publik disebut tercatat sebagai siswa Mathayom 2 alias siswa kelas 8 di sekolah menengah tersebut.
Pelaku sendiri ditemukan tak bernyawa seusai mendalangi tindakan sadis di sekolah menengah itu. Komandan Kepolisian Provinsi Nonthaburi, Letnan Kolonel Dechrapee Kongdee, kemudian mengonfirmasi bahwa ABG tersebut bunuh diri seusai melakukan aksinya.
Sementara itu, motif di kembali penembakan mematikan itu belum diketahui secara jelas. Dalam aksinya, pelaku disebut menggunakan sebuah pistol tangan 9mm dan sempat membarikade diri di lantai tiga gedung sekolah tersebut.
Enam korban tewas dalam kejadian penembakan sadis itu termasuk pembimbing dan siswa di sekolah menengah tersebut. Selain itu, sebanyak 15 siswa lainnya mengalami luka-luka.
Media Thai PBS melaporkan Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polapee Suwunchwee, menyebut bahwa para siswa itu tidak terkena tembakan, melainkan terluka saat berupaya menyelamatkan diri.
Polisi sempat menggeledah tempat tinggal pelaku di distrik Bang Bua Thong. Dari penyelidikan lanjutan itu, petugas menemukan dua jenazah nan diidentifikasi sebagai kakek dan nenek pelaku. Kedua jenazah ditemukan di dalam rumah dalam kondisi mengalami luka tembak fatal di bagian kepala.
Otoritas berkuasa Thailand meyakini bahwa kakek dan nenek pelaku telah tewas sebelum dia berangkat ke sekolah untuk melakukan tindakan penembakan brutal. Namun, kronologi dan urutan waktu kejadian nan pasti tetap dalam penyelidikan.
Total sedikitnya delapan orang tewas dalam rentetan kejadian penembakan maut ini, ditambah pelaku nan mengakhiri nyawanya sendiri.
Kepolisian Nasional Thailand mengatakan pelaku terlebih dulu menembak meninggal kakek dan neneknya menggunakan pistol tangan milik sang kakek. Pelaku kemudian pergi ke sekolah menengah tersebut dan menembak meninggal sedikitnya enam orang dalam tindakan sadis nan memicu kepanikan.
Keterangan kepolisian juga menyebut bahwa pelaku melepaskan sebanyak 26 tembakan dalam aksinya. Sekitar 34 butir peluru lainnya ditemukan di letak kejadian. Tim interogator sedang berupaya mengungkap motif dari salah satu penembakan di sekolah nan paling mematikan di Thailand ini.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·