ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan argumen kondisi manufaktur Indo Indonesia nan jatuh ke area kontraksi.
"Itu mengenai dengan supply chain. Jadi supply chain sangat terganggu, dan kita memang Indonesia dapatnya lagging. Jadi telat untuk terganggunya," ucapnya kepada pewarta di instansi Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Masalah rantai pasok dunia ini, Airlangga katakan menjadi masalah nan dibahas seluruh dunia.
"Apakah itu OECD, apakah ASEAN, oleh lantaran itu, itu nan kudu menjadi perhatian," katanya.
Meskipun demikian, Airlangga mengatakan kondisi manufaktur Indonesia sebenarnya tetap baik jika memandang proyeksi dalam 12 bulan ke depan.
"Tapi jika kita lihat outlook 12 bulan ke depan sih relatif mereka lebih optimis," kata Airlangga.
Data Purchasing Managers' Index (PMI) nan dirilis S&P Global hari ini, Rabu (1/7/2026) menunjukkan PMI Indonesia berada di 46,9 pada bulan Juni 2026.
Ini adalah tingkat penurunan merupakan nan paling kuat dalam setahun, pesanan baru nan masuk kembali menurun menyebabkan penurunan volume output terbesar sejak bulan April 2025.
S&P mengungkapkan PMI Indonesia ini menunjukkan penurunan lebih lanjut pada kesehatan sektor produksi barang. Headline menunjukkan penurunan solid pada kondisi operasional pabrik, merupakan salah satu nan paling besar dalam setahun.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·