Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji didampingi Kabid Propam Kombes Darno, Kamis (6/8/2026), memberikan keterangan kepada wartawan mengenai dugaan kasus penipuan rekrutmen bintara Polri TA 2026 Polda Jambi(MI/Solmi)
DUGAAN penipuan berbobot miliaran rupiah dalam proses rekrutmen bintara Polri TA 2026 direspons sigap dan tegas oleh Kepala Kepolisian Daerah Jambi Inspektur Jenderal Krisno H Siregar.
Melalui Kabid Humas Komisaris Besar Erlan Munaji nan didampingi Kabid Propam Komisaris Besar Darno Kamis siang (6/8), menyatakan kasus tersebut sedang ditangani secara serius dan bakal diungkap transparan hingga tuntas.
Erlan menjelaskan, laporan tentang dugaan kasus penipuan nan ditudingkan melibatkan dua orang oknum personil polisi Polda Jambi tersebut, sudah ditangani jejeran Bidpropam semenjak tanggal 3 Agustus 2026.
Dikatakan Erlan, dalam penanganan dugaan kasus penipuan berkedok meloloskan seseorang untuk menjadi bintara Polri itu, interogator Propam sudah mengamankan dua oknum personil nan diduga terlibat. Yakni atas nama inisial Bripda MD dan Briptu Y nan diduga oknum Biro Sumber Daya Manusia (Biro SDM) Polda Jambi.
“Keduanya sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan kode etik pekerjaan Polri. Mengenai detil kerugiannya tetap dalam proses pendataan Tim Bidpropam Polda Jambi. Kita tunggu saja hasilnya ya,” ungkap Erlan Munaji.
Sementara modus kejahatan nan dituduhkan kepada terduga penipu, sebut Erlan, adalah menjanjikan kelulusan kepada peserta seleksi calon personil Polri dengan meminta sejumlah duit sebagai imbalan.
Secara paralel, tambah Erlan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi juga tengah melakukan investigasi terhadap dugaan tindak pidana nan dilakukan para tersangka terlibat.
Disampaikan Erlan Munaji, Kapolda Jambi Irjen Krisno H Siregar menegaskan bahwa institusinya tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap setiap corak penyimpangan nan mencederai kepercayaan masyarakat, khususnya dalam proses penerimaan personil Polri.
Seluruh proses rekrutmen personil Polri dilaksanakan berasas prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Aku tabel dan Humanis). Tidak ada seorang pun nan dapat menjamin kelulusan di luar sistem nan telah ditetapkan.
Diimbau Erlan Munaji, jika ada masyarakat nan merasa menjadi korban praktik serupa, diminta juga untuk melapor ke Polda Jambi untuk ditindaklanjuti secara tegas.
Korban Beragam
Berdasarkan info nan dihimpun Media Indonesia, korban penipuan dalam rekrutmen Bintara Polri Polda Jambi 2026 beragam. Tidak hanya dari kalangan masyarakat sipil. Bahkan dari belasan korbannya dari kalangan family personil polisi aktif berkedudukan perwira. Beberapa orang dari mereka memegang kedudukan strategis, seperti kepala kepolisian sektor (Kapolsek) dan pemangku kedudukan satker di Polres-Polres.
Ironisnya, kendati para perwira korban diyakini sudah mahfum bahwa proses rekrutmen bintara Polri menggunanakan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), tanpa pikir panjang menyetorkan juga ratusan juta rupiah ke oknum di Biro SDM Polda Jambi untuk meloloskan anak mereka menjadi bintara Polri.
Sementara itu dari pelaporan kasus nan menggemparkan masyarakat Jambi ini, kawanan penipu oknum Biro SDM Polda Jambi, sukses mengantongi duit “pelicin” bervariasi antara Rp500 Juta hingga Rp900 Juta per calon siswa-siswi nan berambisi dibantu.
Belum diperoleh detil nilai kerugian para korban akibat tindak penipuan tersebut. Namun dari info nan didapatkan Media Indonesia, nilai duit nan disetorkan para korban nan sudah terdata saat ini, menembus nomor Rp7 miliar. (SL/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·