Polda Kaltim Siagakan 1.619 Personel Hadapi Karhutla dan El Nino 2026

1 jam yang lalu 2
Polda Kaltim Siagakan 1.619 Personel Hadapi Karhutla dan El Nino 2026 Karhutla di wilayah PPU(Dok BPBD PPU)

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan 1.619 personel guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta akibat kejadian El Nino. Langkah antisipasi ini difokuskan pada periode Juli hingga September 2026, saat kondisi cuaca diprediksi mencapai titik terkering.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan perihal tersebut dalam rapat koordinasi nan digelar di Balikpapan, Selasa (4/8). Pertemuan strategis ini turut dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim.

Endar menerangkan bahwa kejadian El Nino membawa akibat berantai nan tidak hanya terbatas pada kebakaran lahan. Kondisi tandus nan lebih ekstrem dapat memicu gangguan kesiapan air bersih, masalah kesehatan akibat kabut asap, bentrok sumber daya alam, hingga kenaikan nilai pangan.

“Ancaman El Nino diprediksi berjalan Juli hingga September 2026 dengan kondisi tandus nan lebih kering dan panas,” ujar Endar.

Semester I 2026, Tercatat 974 Titik Hotspot

Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Lembuswana, tercatat sebanyak 974 titik panas (hotspot) di wilayah Kaltim sepanjang semester I 2026. Sebaran titik panas tersebut terdeteksi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Kutai Timur, Berau, Paser, dan Kutai Barat.

Guna mengantisipasi kondisi tersebut, Polda Kaltim telah menyiapkan Operasi Amanusa II-2026. Selain mengerahkan 1.619 personel Polri, kepolisian juga menyiapkan prasarana pendukung di lapangan.

“Kami menyiapkan enam satuan tugas khusus, 227 embung, 28 sumur bor, dan 24 sekat kanal di sejumlah wilayah nan dinilai rawan Karhutla,” jelas Kapolda. Pemantauan titik panas juga dilakukan secara real-time melalui koordinasi posko terpadu nan melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, dan Basarnas.

Endar menegaskan bahwa penegakan norma bakal dilakukan secara tegas terhadap pihak nan terbukti sengaja maupun lalai menyebabkan kebakaran. Ia juga mendorong penerapan kebijakan tanpa bakar alias zero burning policy berbasis komunitas.

Karhutla Jadi Salah Satu Ancaman Utama

Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan menambahkan bahwa Karhutla merupakan ancaman rutin nan kudu diantisipasi setiap memasuki musim kemarau. Menurutnya, akibat kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi dan transportasi.

“Sebagai bagian dari komponen utama pertahanan negara, Kodam VI/Mulawarman siap mendukung penuh upaya pemerintah dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran rimba dan lahan,” ucap Andy.

Ia menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor agar sistem koordinasi di lapangan melangkah efektif, terutama dalam melakukan mitigasi sejak awal sebelum api meluas.

Karhutla dan El Nino Bukan Hanya Persoalan Api

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengingatkan bahwa akibat El Nino berkarakter multisektoral. Oleh lantaran itu, dia meminta seluruh lembaga untuk menanggalkan ego sektoral dalam penanganan musibah ini.

“Kita kudu bergerak menjadi satu tim, satu kesatuan nan tidak boleh dipisahkan. Penanganan Karhutla tidak mungkin dibebankan hanya kepada satu lembaga saja,” tegas Rudy.

Rudy memaparkan bahwa penurunan curah hujan berpotensi mengganggu sektor pertanian dan perkebunan nan berujung pada akibat kandas panen. Ia menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat dalam menghadapi suhu ekstrem dan potensi kabut asap.

Selengkapnya