Polisi Cari Pelaku Pungli Sopir dengan Modus Karcis Parkir di Tanah Abang

1 hari yang lalu 3
Polisi Cari Pelaku Pungli Sopir dengan Modus Karcis Parkir di Tanah Abang Video pengemudi dipalak dengan modus karcis parkir(Tangkapan Layar/instagram @balewartawanjakpus10)

KEPOLISIAN Sektor (Polsek) Metro Tanah Abang memastikan bakal menindaklanjuti keresahan masyarakat mengenai dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok karcis parkir nan menyasar para pengemudi pikulan barang. 

Dugaan tindakan melanggar norma tersebut dilaporkan marak terjadi di sepanjang koridor Jalan H.M. Saleh Ishak, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prastyo, menegaskan bahwa personelnya diturunkan langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi aktual sekaligus mengusut tuntas keterlibatan oknum alias golongan di kembali tindakan penarikan duit terlarangan tersebut.

"Terkait info tersebut bakal segera kami cek," kata Dhimas, Selasa (21/7).

Dhimas menyatakan penjelasannya bahwa Polsek Tanah Abang tidak bakal menoleransi segala corak pemerasan dan gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. Apabila dari hasil penyisiran dan pemeriksaan saksi-saksi di letak terbukti terdapat unsur pidana alias praktik pungli, kepolisian berjanji bakal mengambil tindakan norma secara tegas sesuai dengan norma aktivitas nan berlaku.

Langkah ini diambil guna menanggapi pengakuan sejumlah pengemudi logistik nan viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @balewartawanjakpus10. Dalam tayangan video tersebut, para pengemudi pikulan peralatan mengaku kerap dihentikan secara paksa dan dimintai sejumlah duit begitu keluar dari area pusat perbelanjaan Thamrin City. 

Salah seorang sopir, Wiwin, membeberkan bahwa dirinya dipaksa menyerahkan duit sebesar Rp25.000 oleh laki-laki tak dikenal, sebelum akhirnya menyepakati nominal Rp10.000 dengan hadiah selembar karcis parkir, padahal posisinya sama sekali tidak sedang memarkirkan armada melainkan sekadar melintas di jalan umum.

Kesaksian senada diungkapkan oleh pengemudi pikulan peralatan lainnya, Ramos, nan mengaku berulang kali dihentikan dengan modus operandi nan identik di sepanjang ruas jalan tersebut. Ramos menyebut penarikan duit berkedok karcis parkir ini sangat meresahkan para pelaku upaya pikulan lantaran armada mereka diperlakukan layaknya objek retribusi liar saat melintas di jalur publik. 

(Ant/P-4)

Selengkapnya