Polisi Israel Tangkap Pemukim yang Menyamar Jadi Tentara saat Serang Warga Palestina

14 jam yang lalu 5
Polisi Israel Tangkap Pemukim nan Menyamar Jadi Tentara saat Serang Warga Palestina Polisi Israel.(Al Jazeera)

KEPOLISIAN Israel mengumumkan penangkapan seorang pemukim nan diduga melakukan serangan kekerasan terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat nan diduduki. Tersangka menjadi sorotan setelah terekam melakukan tindakan tersebut sembari mengenakan seragam militer komplit pada Juni lalu.

Insiden penyerangan tersebut terjadi pada 6 Juni di kota Huwara, Tepi Barat bagian utara. Wilayah ini memang tengah mengalami lonjakan kekerasan oleh pemukim terhadap penduduk Palestina di tengah ketegangan regional nan terus meningkat.

Rekaman video nan dipublikasikan oleh media Israel memperlihatkan beberapa penyerang mendorong dua penduduk Palestina ke tanah dan melakukan penganiayaan fisik. Salah satu pelaku, nan mengenakan seragam militer, terlihat berulang kali memukul seorang penduduk Palestina nan sudah tergeletak di tanah.

"Tersangka nan terlihat dalam rekaman mengenakan seragam IDF (militer) selama penyerangan dan melarikan diri selama sebulan terakhir, sekarang telah ditangkap," demikian pernyataan resmi kepolisian Israel pada Rabu (29/7).

Pihak kepolisian menambahkan bahwa saat melancarkan tindakan biadab itu, tersangka dilengkapi dengan perlengkapan militer standar, termasuk senapan serbu M16 dan pistol. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah penduduk Palestina mengalami luka-luka hingga memerlukan perawatan medis di rumah sakit.

Klarifikasi Status Tersangka: Polisi mengidentifikasi tersangka sebagai laki-laki berumur 20-an nan tinggal di suatu permukiman Israel di Tepi Barat. Ia merupakan personil rapid response squad--unit sipil bersenjata nan bekerja menjaga keamanan permukiman. Polisi menegaskan bahwa tersangka bukan prajurit aktif IDF.

Penyelidikan atas kasus ini tetap terus berlanjut. Polisi menyatakan beberapa tersangka lain ditangkap sebelumnya dan dakwaan diajukan terhadap satu lainnya nan terlibat dalam serangan di Huwara tersebut.

Kekerasan di Tepi Barat, wilayah nan diduduki Israel sejak 1967, meningkat tajam sejak pecahnya perang di Gaza pada 7 Oktober 2023. Berdasarkan info Palestina, setidaknya 1.097 penduduk Palestina, termasuk militan, tewas oleh pasukan alias pemukim Israel sejak periode tersebut.

Di sisi lain, info resmi Israel menunjukkan sedikitnya 48 penduduk Israel, baik penduduk sipil maupun personel keamanan, tewas dalam serangan oleh penduduk Palestina alias selama operasi militer Israel di wilayah tersebut. Saat ini, sekitar tiga juta penduduk Palestina tinggal di Tepi Barat berdampingan dengan lebih dari 500.000 pemukim Israel nan menempati permukiman nan dianggap terlarangan menurut norma internasional. (AFP/I-2)

Selengkapnya