Polisi Selidiki Misteri Kematian Brigadir E di Tanjung Jabung Timur

21 jam yang lalu 3
Polisi Selidiki Misteri Kematian Brigadir E di Tanjung Jabung Timur Ilustrasi.(Magnific)

KEPOLISIAN Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur, Polda Jambi, tengah melakukan penyelidikan mendalam mengenai misteri kematian salah satu anggotanya, Brigadir E. Korban ditemukan meninggal bumi di bilik kosnya pada Sabtu (18/7) akhir pekan lalu.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, Ajun Komisaris Besar Ade Chandra, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengusut tuntas kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban secara jeli dan transparan.

"Semenjak menerima info tersebut, saya sudah memerintahkan satuan nan berkompeten untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Kami mau memastikan penyebab kematian secara profesional, objektif sesuai fakta, dan transparan," tegas Ade Chandra, Selasa (21/7).

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan terhadap lima saksi, terungkap bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat mengonsumsi minuman beralkohol berbareng empat rekannya nan juga sesama personil polisi. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah kos korban nan berlokasi di area Muarasabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Menurut keterangan saksi, setelah menenggak minuman keras, korban tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjerembap jatuh. Benturan keras pada bagian kepala serta keluarnya busa dari mulut korban membikin rekan-rekannya panik dan segera melarikannya ke rumah sakit.

Namun nahas, setibanya di akomodasi medis, Brigadir E dinyatakan mengembuskan napas terakhirnya. Guna melengkapi berkas penyelidikan, Kapolres menyatakan pihaknya juga bakal menelusuri bukti-bukti digital nan berangkaian dengan aktivitas terakhir korban.

"Kami berkomitmen mengusut peristiwa ini berasas fakta-fakta nan ditemukan. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan pihak family korban mengenai perkembangan proses ini," tambah Ade.

Terkait beragam spekulasi nan berkembang di masyarakat, Kapolres mengimbau agar semua pihak menahan diri dan tidak menyebarkan info nan belum terverifikasi kebenarannya.

"Penyelidikan tetap terus berjalan. Kami membujuk masyarakat untuk tidak mengembangkan dugaan alias spekulasi nan belum didukung fakta. Percayakan seluruh proses norma ini kepada kepolisian," pungkasnya. (I-2)

Selengkapnya