Polisi Tangkap Pembunuh Marbot Masjid di Purwakarta, Motif Sakit Hati

1 jam yang lalu 5
Polisi Tangkap Pembunuh Marbot Masjid di Purwakarta, Motif Sakit Hati Korban pembunuhan dibawa menuju rumah sakit untuk dilakukan autopsi.(MI/Reza Sunarya)

SATRESKRIM Polres Purwakarta bergerak sigap mengungkap kasus pembunuhan tragis nan menimpa seorang marbot Masjid Al-Muhajirin di Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Korban berinisial AS, 65, ditemukan tewas bersimbah darah pada Kamis (6/8) siang.

Kurang dari 12 jam setelah kejadian, polisi sukses meringkus pelaku nan diketahui berjulukan Fajar Sugama, 35. Pelaku ditangkap di kediamannya nan berlokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) tanpa memberikan perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, Ajun Komisaris I Made Purwantara, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi nan menerima laporan segera mendatangi letak untuk melakukan olah TKP.

"Korban berinisial AS, usia 65 tahun. Saat ini kami tetap melakukan penyelidikan mengenai dugaan penganiayaan alias pembunuhan nan terjadi di Desa Cibodas," ujar Made, Kamis (6/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban menderita sejumlah luka bacok di tubuhnya. Polisi menduga korban diserang secara berulang kali menggunakan senjata tajam. Setelah dievakuasi, jenazah korban menjalani visum untuk memastikan penyebab pasti kematian serta rincian luka nan dialami.

Aksi Terencana dan Motif Sakit Hati

Dalam penangkapan tersebut, Satreskrim Polres Purwakarta didukung oleh personel Polsek Bungursari dan Sat Samapta. Saat diamankan, pelaku sedang beristirahat di rumahnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah peralatan bukti berupa sebilah pedang (samurai), celurit, serta busana nan dikenakan pelaku saat melancarkan aksinya. Polisi menyebut bahwa tindakan pembunuhan ini diduga kuat telah direncanakan.

"Sudah direncanakan. Senjata sudah disiapkan dari awal. Nanti bakal kami dalami lebih lanjut mengenai peralatan bukti samurai maupun celurit tersebut," tegas Made.

Terkait motif, penyelidikan sementara menunjukkan ada unsur dendam dan sakit hati. Pelaku mengaku tersinggung dengan ucapan korban nan kerap mengejek kondisi ekonominya.

"Motif sementara lantaran sakit hati mengenai perkataan korban nan sering menyinggung keadaan ekonomi pelaku," pungkas Made. (I-2)

Selengkapnya