ilustrasi(Magnific)
ALAM semesta kembali menyuguhkan pemandangan memukau nan memadukan pemisah antara pengetahuan pengetahuan dan mahakarya seni. Dark Energy Camera (DECam) sukses mengabadikan gambaran nan memperlihatkan pusaran gas serta debu kosmik dengan pola visual menyerupai lukisan ikonik The Starry Night karya pelukis legendaris asal Belanda, Vincent van Gogh.
Citra kosmik itu dirilis oleh NSF NOIRLab, lembaga nan mengoperasikan beragam akomodasi astronomi milik National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat. Dalam foto tersebut tampak awan gas bercahaya dengan pola berputar nan mengingatkan banyak orang pada sapuan kuas unik Van Gogh. Meski terlihat seperti karya seni, pola tersebut terbentuk dari proses fisika nan terjadi selama jutaan tahun di ruang antarbintang.
Dark Energy Camera sendiri dipasang pada Víctor M. Blanco 4-meter Telescope di Cerro Tololo Inter-American Observatory, Chile.
Kamera berkekuatan 570 megapiksel ini awalnya dikembangkan untuk membantu intelektual mempelajari daya gelap (dark energy), ialah kejadian misterius nan diyakini menjadi penyebab percepatan ekspansi alam semesta. Namun, selain menjalankan misi ilmiahnya, DECam juga kerap menghasilkan foto-foto kosmik nan menakjubkan dan berbobot artistik.
Objek nan dipotret merupakan bagian dari area pembentukan bintang nan dipenuhi gas hidrogen dan debu antarbintang. Material tersebut menjadi bahan baku lahirnya bintang-bintang baru.
Radiasi dari bintang muda nan sangat panas kemudian menerangi awan gas di sekitarnya sehingga menghasilkan warna-warna cerah dan pola berliku nan terlihat dramatis.
Menurut para astronom, keelokan visual pada gambar tersebut juga membantu masyarakat memahami bahwa alam semesta dipenuhi struktur kompleks nan terbentuk melalui proses alam. Meski sekilas tampak seperti lukisan abstrak, setiap warna dan corak pada gambaran itu menyimpan info ilmiah mengenai suhu, komposisi gas, hingga aktivitas pembentukan bintang.
Foto-foto seperti ini juga menunjukkan bahwa teknologi astronomi modern tidak hanya berkedudukan dalam menjawab pertanyaan ilmiah tentang asal-usul alam semesta, tetapi juga bisa menghadirkan perspektif baru mengenai keelokan kosmos. Melalui gambaran beresolusi tinggi, para peneliti dapat mempelajari objek nan berjarak ribuan apalagi jutaan tahun sinar dari Bumi dengan perincian nan belum pernah dicapai sebelumnya.
Penemuan dan pengarsipan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap pengetahuan astronomi sekaligus memperlihatkan bahwa sains dan seni dapat saling melengkapi. Di kembali tampilannya nan menyerupai lukisan terkenal, gambaran tersebut merupakan bukti nyata gimana teknologi modern terus membuka jendela baru untuk memahami luas dan indahnya alam semesta.
(NSFNOIRLab/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·