ARTICLE AD BOX
Tangis family pecah saat jenazah korban kebakaran kelab malam di Bangkok dievakuasi. Insiden menewaskan 27 orang.
Seorang personil family tak kuasa menahan tangis saat menerima jenazah kerabatnya di bilik mayit Rumah Sakit Polisi setelah kebakaran maut di sebuah kelab malam di Bangkok, Thailand, Senin (13/7/2026). Suasana duka menyelimuti letak ketika peti jenazah para korban dibawa keluar untuk diserahkan kepada keluarga. Isak tangis dan histeria pecah saat mereka mengantar orang-orang tercinta untuk terakhir kalinya. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Kebakaran nan terjadi pada Senin pagi itu menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian kebakaran kelab malam paling mematikan di ibu kota Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Departemen Kesehatan Bangkok melaporkan sebanyak 73 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 25 korban berada dalam kondisi kritis, sementara 32 lainnya telah menjalani perawatan dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Polisi sekarang menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem keselamatan gedung. Fokus penyelidikan mencakup dugaan pintu keluar darurat nan terhalang alias terkunci saat para visitor berupaya menyelamatkan diri ketika api dengan sigap membesar. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Sementara itu, Administrasi Penanggulangan Bencana Bangkok menyampaikan hasil penilaian awal nan mengindikasikan korsleting listrik pada pendingin udara di langit-langit kemungkinan menjadi pemicu kebakaran. Selain itu, polisi juga menyelidiki penggunaan material nan mudah terbakar pada hiasan panggung dan peredam bunyi nan diduga mempercepat penyebaran api. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
Kelab tersebut berada di area persimpangan nan ramai di Bangkok utara. Lokasinya terhubung dengan jaringan kereta perkotaan serta berdekatan dengan dua pusat perbelanjaan, bioskop, taman kota, dan Pasar Akhir Pekan Chatuchak nan menjadi salah satu tujuan wisata terkenal bagi visitor domestik maupun mancanegara. (REUTERS/Arnun Chonmahatrakool)
source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·