PPATK: Perputaran Dana Judi Online Turun 20%, Tersisa Rp286,84 T

2 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat penurunan drastis perputaran biaya gambling online namalain judol, termasuk nilai deposit.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan, hingga akhir 2025 nilai perputaran biaya gambling online tersisa Rp286,84 triliun, turun 20 persen dari catatan pada 2024 nan senilai Rp359,81 triliun.

Penurunan ini kata dia mematahkan tren kenaikan perputaran biaya gambling online sejak 2017. Pada 2017 nilai perputaran dananya hanya Rp 2,01 triliun dan pada 2024 menjadi Rp359,81 triliun.

Sementara itu, untuk nilai deposit nan juga turun, nilai menyusut menjadi Rp36,01 triliun pada 2025 dari Rp51,3 triliun pada tahun 2024

"Setelah terus meningkat setiap tahun sejak 2017, penurunan nilai perputaran biaya gambling online pada 2025 menjadi catatan bersejarah," kata Ivan melalui keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Meski begitu, Ivan mengingatkan, aktivitas gambling online belum mereda. Pada triwulan I tahun 2026, nilai perputaran biaya gambling online mencapai Rp40,3 triliun, dengan total deposit sebesar Rp10,59 triliun.

Hasil kajian PPATK menunjukkan bahwa pola transaksinya semakin sering, tersebar, dan condong menggunakan nominal nan lebih kecil.

PPATK menemukan pergeseran signifikan dalam metode deposit. Sepanjang tahun 2025, penggunaan QRIS mencapai sekitar 78,5 persen dari total gelombang deposit, alias sebanyak 305,35 juta transaksi dengan nominal Rp19,35 triliun.

Sementara itu, deposit melalui transfer rekening bank dan dompet elektronik tercatat sebanyak 83,79 juta transaksi alias sekitar 21,5 persen, dengan nominal Rp16,67 triliun.

Pergeseran tersebut semakin terlihat pada triwulan I tahun 2026, ketika komposisi gelombang deposit melalui QRIS meningkat menjadi 88,6 persen, sedangkan transfer rekening sebesar 11,4 persen.

PPATK menegaskan bahwa QRIS dan beragam instrumen pembayaran digital berbasis rupiah merupakan sarana transaksi nan sah dan mempunyai peran krusial dalam mendukung perekonomian.

Persoalannya terletak pada penyalahgunaan instrumen tersebut oleh jaringan gambling online. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan proses verifikasi, penerimaan, dan pemantauan merchant secara berkepanjangan oleh penyelenggara jasa pembayaran.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya