ilusrasi ekonomi pembimbing Indonesia(MI)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti gaji guru nan tetap rendah seraya mengungkap adanya kebocoran ekonomi nasional nan menurutnya menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri selama bertahun-tahun.
"Kita paham, seluruh bangsa mengerti bahwa penghasilan guru-guru kita kurang, kita mengerti bahwa lapangan kerja kita kurang, kita mengerti tetap banyak kemiskinan ekstrem, kita mengerti ini semua masalah kita paham," kata Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).
Presiden mengatakan beragam persoalan tersebut merupakan tantangan nan kudu diselesaikan pemerintah. Menurutnya, mandat nan diberikan rakyat kepada pemerintah bermaksud untuk menghadapi dan mencari solusi atas persoalan-persoalan tersebut. Prabowo juga mengaku baru mengetahui besarnya persoalan nan dihadapi setelah memimpin pemerintahan.
Menurut Presiden, salah satu persoalan mendasar nan dihadapi Indonesia adalah terjadinya kebocoran ekonomi dalam jumlah besar melalui beragam praktik nan merugikan negara.
Hal itu menyebabkan bangsa dan negara tidak mendapatkan untung nan semestinya dimiliki berasas kekayaan sumber daya alam Indonesia. "Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," kata Prabowo.
Presiden menilai kebocoran kekayaan negara tidak boleh dibiarkan bersambung lantaran bakal berakibat terhadap keahlian pemerintah menyelesaikan beragam persoalan mendasar, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan.
Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum pertimbangan keahlian Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sidang itu, Presiden memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan pemerintah di bagian ekonomi, pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·