Tangkapan layar - Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026)(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta para perwira remaja TNI dan Polri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap transformasi corak ancaman dunia terhadap Indonesia, termasuk perang siber. Untuk menghadapi tantangan baru tersebut, para perwira muda diinstruksikan menguasai pengetahuan pengetahuan, teknologi, hingga kepintaran buatan (artificial intelligence/AI).
Pesan itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7). Menurutnya, potensi ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini tidak lagi sebatas konfrontasi militer konvensional.
"Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Persaingan antara negara semakin ketat. Ancaman tidak lagi hanya datang dari senjata. Ancaman datang melalui perang siber, perang informasi, narkotika, penyelundupan, kejahatan lintas negara, dan upaya melemahkan bangsa melalui penyelundupan budaya," kata Prabowo.
Presiden menegaskan, pergeseran dinamika keamanan dunia tersebut menuntut Indonesia mempunyai fondasi ketahanan nasional nan kokoh di pelbagai sektor strategis. Indonesia tidak mempunyai pilihan selain berdiri tegak di atas kaki sendiri.
"Karena itu, Indonesia kudu kuat. Kita kudu mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan pengetahuan pengetahuan," ujarnya.
Prabowo menggarisbawahi bahwa para perwira remaja nan baru dilantik merupakan generasi penerus bangsa nan bakal menjadi tembok terdepan dalam merawat kedaulatan serta merealisasikan cita-cita nasional.
Konsekuensinya, para perwira wajib memperkaya kapabilitas diri lewat penguasaan sains dan teknologi terkini, mulai dari sistem siber, teknologi nirawak, kepintaran buatan, hingga penguasaan bahasa asing guna merespons kompleksitas ancaman di masa depan.
"Kuasai pengetahuan pengetahuan dan teknologi, kuasai kepintaran buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing," tegasnya.
Di samping penguatan aspek teknologis, Kepala Negara menekankan bahwa karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan tetap menjadi fondasi utama nan mendasari sosok prajurit TNI maupun personel Polri.
Ia berambisi para perwira remaja bisa beralih bentuk menjadi sosok pemimpin nan adaptif mengikuti perkembangan zaman, tanpa sedikit pun mengikis nilai-nilai luhur pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·