Presiden Prabowo Subianto(BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menetapkan sasaran ambisius untuk menuntaskan pembaharuan seluruh sekolah di Indonesia pada tahun 2029. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan secara merata di seluruh wilayah tanah air.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna nan berjalan di Istana Negara, Jakarta, Senin, Presiden Prabowo memaparkan peta jalan perbaikan prasarana pendidikan tersebut. Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 77.000 sekolah. Target tersebut bakal terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
"Kita tidak sigap puas, perjalanan tetap jauh, tapi kita mau memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita bakal selesai 77.000 sekolah direnovasi. Tahun depan sasaran kita 100.000 (sekolah), tahun 2028, 100.000 (sekolah). Kita berambisi pada 2029 seluruh sekolah di Indonesia sudah direnovasi," ujar Presiden Prabowo.
Mekanisme Penyaluran Anggaran Langsung
Guna memastikan percepatan penyelenggaraan di lapangan, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah bakal menerapkan skema penyaluran anggaran pembaharuan secara langsung kepada pihak sekolah. Dana tersebut bakal dikirimkan langsung ke rekening kepala sekolah untuk memangkas birokrasi.
Meski disalurkan secara langsung, Presiden menegaskan bahwa aspek pengawasan tetap menjadi prioritas utama. Mekanisme ini bakal melibatkan komite sekolah nan terdiri dari unsur orang tua, guru, dan pihak mengenai lainnya.
"Uangnya kita bakal kirim langsung ke kepala sekolah, diawasi oleh komite orang tua, komite pembimbing dan sebagainya," tegas Kepala Negara.
Catatan Pengawasan: Pelibatan komite sekolah bermaksud untuk memastikan penggunaan anggaran melangkah transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan mendesak masing-masing satuan pendidikan.
Umpan Balik Positif
Menurut Presiden, skema penyaluran biaya langsung ini telah menunjukkan hasil nan signifikan berasas laporan nan diterima pemerintah. Ia juga telah melakukan konfirmasi langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengenai efektivitas program tersebut.
"Ternyata hasilnya sangat baik. Kalau tidak salah ya Menteri Dikdasmen ada di sini, ya umpan kembali nan kerabat terima cukup bagus," kata Prabowo di hadapan para menteri kabinet.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak bakal berakhir melakukan percepatan perbaikan prasarana pendidikan. Upaya ini dipandang krusial untuk menciptakan lingkungan belajar nan layak dan mendukung terciptanya kualitas jasa pendidikan nan lebih baik bagi seluruh siswa di Indonesia.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·