Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pujian kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Dia menyebut Bahlil merupakan orang pandai dari Indonesia bagian timur, apalagi bisa membikin Presiden RI Ke-7 Joko Widodo tertawa.
Hal ini diungkapkan saat peluncuran kitab "10 Karya Nyata untuk Negeri : Setengah Abad Bahlil Lahadalia, di Djakarta Theater, Jumat (7/8/2026). Dalam aktivitas ini juga sekaligus merayakan hari ulang tahun ke-50 Ketua Umum Partai Golkar ini.
Dalam sambutannya, Prabowo bercerita tidak terlalu kenal dengan Bahlil saat berada di Kabinet Presiden RI Ke-7 Joko Widodo. Sebabnya dia mengurusi sektor pertahanan sehingga jarang bersenggolan dengan apa nan dikerjakan Bahlil.
Namun menurutnya dari beberapa kali pertemuan, Prabowo memandang adanya kemampuan, kecerdasan, dan keberanian Bahlil, nan jarang dimiliki laki-laki kelahiran Indonesia bagian Timur.
"Mungkin itu pengaruh istri nan dari Jawa. Ini jasa istri," banyolan Prabowo.
Prabowo juga mengatakan bahwa biasanya orang dari Indonesia bagian timur lebih 'blak-blakan' dalam bicara. Di sisi lain, di Indonesia tidak bisa untuk selalu bicara secara blak-blakan.
Saat itu kepala negara pun memuji Bahlil nan pandai, hingga bisa membikin Presiden RI Ke - 7 Joko Widodo sering tertawa.
"Orang Indonesia Timur itu keras, sigap naik. Tapi saya perhatikan beliau, orang Indonesia Timur tapi pandai (tertawa). Kalau saya lihat beliau, bisa bikin Pak Jokowi ketawa. Orang Solo itu susah ketawa itu," katanya
"Orang Solo itu kalem... lain sama Banyumas. Kalau Banyumas itu Batak-nya orang Jawa. Kita ngobrol dianggap kita bentrok gitu. Wartawan. Tapi hari ini Prabowo sangat sopan. Tunggu! Nggak, hari ini adalah harinya Bahlil," tambahnya.
Dalam kesempatan itu Prabowo juga melontarkan candaan. Seharusnya dia tidak menghadiri aktivitas ini, lantaran kurang lezat badan. Bahkan dia juga sudah mengabarkan untuk tidak menghadiri aktivitas peluncuran kitab ini.
Namun menurutnya, saat itu Bahlil juga tetap bisa membikin dirinya datang meskipun dalam kondisi sakit flu.
"Jadi saya kira demikian. Saya juga bingung, ilmunya apa beliau ini? Saya ini lagi flu, saya udah izin sama beliau. 'Pak Bahlil, besok mungkin saya nggak datang ya peluncuran kitab anda'. 'Siap, terserah Bapak', kan. 'Kita kan nan krusial jiwa kita kan, walaupun tidak ketemu bentuk tapi... siap terserah Bapak'. 'Tapi jika kuat ya minta datang Pak'," kata Bahlil.
"Ini bahaya, orang Indonesia Timur kawin sama orang Jawa ancaman ini. Dia belajar pengetahuan ya. Jadi orang Jawa itu repotnya gitu, jika apa itu istilahnya, ya ada ilmunya lah menghadapi orang Jawa itu. Akhirnya saya ini nguat-nguatkan diri datang hari ini." nan disambut tepuk tangan dari para tamu nan hadir.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

59 menit yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·