Prabowo Sebut Diminta Presiden Korsel ke Pyongyang

1 jam yang lalu 4
Prabowo Sebut Diminta Presiden Korsel ke Pyongyang Presiden Prabowo Subianto.(Dok. BPMI Setpres)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan telah meminta bantuannya untuk membuka jalur perbincangan dengan Korea Utara. Permintaan tersebut disampaikan langsung saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan baru-baru ini.

Dalam pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7), Presiden Prabowo menyatakan kesediaannya untuk menjalankan misi perdamaian tersebut jika diminta secara resmi. Ia menegaskan kesiapannya untuk berjamu ke Pyongyang demi membuka ruang komunikasi antar-Korea.

"Presiden Korea Selatan minta kepada saya, bisa tidak saya berjamu ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog. Saya bilang, dengan hormat, dengan rela, jika diminta saya ke Korea Utara, saya bakal berangkat," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, permintaan ini merupakan corak kepercayaan bumi terhadap posisi Indonesia nan konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia dinilai sebagai pihak netral nan tidak mempunyai kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain, sehingga dapat diterima oleh beragam pihak nan berselisih.

Prinsip non-intervensi ini, lanjut Prabowo, juga telah diterapkan Indonesia dalam menyikapi bentrok di Myanmar. Hal tersebut memungkinkan Indonesia tetap menjalin komunikasi dengan semua pihak nan terlibat bentrok tanpa kehilangan kredibilitas diplomasi.

Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga warisan politik luar negeri non-blok (non-aligned). Ia memastikan Indonesia tidak bakal berasosiasi dengan pakta militer mana pun dan memilih untuk membangun hubungan baik dengan seluruh negara tetangga.

"Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri negara manapun. Itu nan kita pegang teguh. Saya berupaya memperbaiki semua hubungan, saya berupaya untuk rekonsiliasi dan memberi pendekatan," pungkasnya. (Z-10)

Selengkapnya