Prabowo Terbang ke Malang, Pimpin Panen Raya Serentak Padi Hingga Tebu

4 hari yang lalu 13

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), untuk memimpin panen raya serentak. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, mengatakan Prabowo berbareng rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat kepresidenan.

"Bapak Presiden Prabowo bakal memimpin panen raya serentak tebu, padi dan kedelai nan dilaksanakan di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi TNI dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional," ujar Teddy, dalam keterangan resmi.

Setibanya di Lanud Abdulrachman Saleh Kabupaten Malang, Prabowo dijadwalkan langsung menuju panen raya nan terintegrasi secara nasional. Kegiatan tersebut meliputi panen tebu nan didampingi TNI Angkatan Udara di delapan titik lokasi, panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 titik lokasi, serta panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi.

Selain memimpin panen raya serentak, Prabowo juga bakal meninjau sejumlah stan nan menampilkan program-program unggulan TNI serta beragam inisiatif hilirisasi nan mendukung peningkatan nilai tambah sektor pertanian dan industri nasional.

"Melalui aktivitas ini, Bapak Presiden Prabowo mau memastikan penguatan sektor pangan dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, pendampingan kepada petani, hingga hilirisasi sehingga bisa memberikan nilai tambah nan lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan program ketahanan pangan ini melibatkan tiga matra TNI. TNI AD melakukan budi daya padi dan jagung, TNI AL kedelai, dan TNI AU konsentrasi pada Tebu.

Sepanjang Januari - Juni 2026, lahan nan ditanami TNI AD sebesar 6,26 juta hektare dengan hasil produksi beras 19,2 juta ton. TNI AL menanami lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton kedelai, dan TNI AU seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi 18.386 juta ton tebu alias setara 1,36 juta ton gula.

"Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan beragam produk industri berbobot tambah nan mendukung ketahanan daya serta memperkuat industri nasional," kata Prasetyo, melalui keterangan resmi.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya