ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok BMKG)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Selasa, 14 Juli 2026. Dinamika atmosfer pada pertengahan Juli ini dilaporkan tetap dipengaruhi oleh pergerakan konstan Siklon Tropis Haishen di utara Nusantara. Fenomena ini memicu penumpukan massa udara basah dan menempatkan sejumlah wilayah, khususnya di timur Indonesia, dalam status siaga.
Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
Berdasarkan info BMKG, berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk kota-kota besar di Indonesia menurut klaster pulaunya:
Pulau Sumatera
- Udara Kabur: Banda Aceh, Padang, Palembang.
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Pekanbaru, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung.
- Hujan Ringan: Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu.
Pulau Jawa
- Udara Kabur: Surabaya.
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta.
Pulau Bali dan Nusa Tenggara
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Denpasar, Mataram, Kupang.
Pulau Kalimantan
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda.
- Hujan Petir: Tanjung Selor.
Pulau Sulawesi
- Udara Kabur: Palu.
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Mamuju.
Wilayah Timur Indonesia
- Cerah Berawan/Berawan Tebal: Ternate, Sorong, Merauke.
- Hujan Ringan: Ambon, serta sebagian besar wilayah Papua (Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya).
Analisis Dinamika Atmosfer
Berdasarkan pemantauan cuaca terbaru, Siklon Tropis Haishen diprediksi tetap memperkuat (persisten) di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dengan intensitas stabil di Kategori 1. Pusaran angin besar tropis berskala masif ini menginduksi pembentukan wilayah konvergensi serta konfluensi nan melintasi Laut Sulawesi, perairan utara Papua, hingga ke area di sekitar pusat sirkulasinya.
Jalur konvergensi sekunder lainnya juga terpantau membentang panjang memotong beberapa wilayah Indonesia, meliputi daratan Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, hingga melintasi daratan Papua.
Di sisi lain, area konfluensi nan cukup luas terdeteksi berada di Laut Andaman, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Flores, Laut Arafuru, dan Laut Cina Selatan. Kombinasi dari rentetan kejadian ini memicu kondisi atmosfer nan labil dan mematangkan pertumbuhan awan hujan konvektif di sepanjang jalur sistem siklonis maupun area konvergensi tersebut.
Peringatan Dini & Kesiapsiagaan:
Dampak dari kombinasi dinamika atmosfer dunia dan lokal ini memicu potensi cuaca ekstrem nan signifikan. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh terhadap potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat nan menempatkan wilayah Papua dalam status siaga.
Masyarakat di daratan Papua diharapkan selalu waspada terhadap potensi musibah hidrometeorologi seperti banjir kilat, luapan sungai, maupun tanah longsor. Pastikan Anda selalu memperbarui info cuaca terverifikasi melalui website resmi BMKG di www.bmkg.go.id alias via akun media sosial resmi @infobmkg. (Muhammad Ghifari A/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·