ARTICLE AD BOX
Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga saat proses penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror peledak di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa.(Antara)
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan bahwa ancaman dugaan teror bom nan menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa konklusi tersebut diambil setelah pihaknya melakukan penyelidikan mendalam berbareng Polda Metro Jaya dan Tim Gegana Korbrimob Polri.
"Adapun hasil pendalaman nan didapat disimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme," ujar Mayndra dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/7).
Tim campuran telah melakukan pemeriksaan dari beragam aspek, mencakup motif pelaku, aliran pendanaan, hingga kemungkinan adanya hubungan dengan jaringan terorisme dunia maupun domestik. Namun, hasil investigasi menunjukkan tidak adanya keterkaitan dengan jaringan teror mana pun.
Karena tidak ditemukan unsur terorisme, Mayndra menyebut bahwa penanganan kasus pengancaman tersebut sekarang diserahkan kepada kewenangan kewilayahan.
"Oleh lantaran itu, penanganan selanjutnya dilakukan oleh Polda Metro Jaya, dalam perihal ini Polres Metro Jakarta Selatan," tambahnya.
Meski penanganan telah didelegasikan ke Polres Metro Jakarta Selatan, Densus 88 menegaskan tetap dalam posisi bersiaga. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan satuan kewilayahan serta lembaga mengenai untuk mengantisipasi potensi ancaman nan dapat mengganggu keamanan masyarakat.
"Setiap info nan berkembang di lapangan bakal terus didalami oleh petugas sesuai dengan prosedur nan berlaku," tegas Mayndra.
Terakhir, Densus 88 mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh info nan belum terverifikasi kebenarannya. Warga diminta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun tetap waspada.
"Apabila menemukan info alias aktivitas nan mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada abdi negara kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara sigap dan tepat," pungkasnya. (Ant/E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·