Pramono Anung Instruksikan Jajaran Jaga Kondusivitas Matraman Pascabentrokan

1 jam yang lalu 4
Pramono Anung Instruksikan Jajaran Jaga Kondusivitas Matraman Pascabentrokan Situasi area Matraman usai terjadinya bentrokan.(Dok. Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk memperketat koordinasi dengan abdi negara penegak norma dan tokoh masyarakat guna memastikan situasi di area Matraman, Jakarta Timur, tetap kondusif pascabentrokan nan terjadi baru-baru ini.

“Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jejeran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan abdi negara penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap melangkah dengan kondusif dan damai,” ujar Pramono di Balai Kota, Senin (27/7/2026).

Pramono menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa bentrokan Matraman yang pecah di area tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meletakkan angan besar kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku.

Selain petunjuk kepada jejeran birokrasi, Gubernur juga mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh tindakan provokasi nan dapat memperluas konflik. Ia menekankan pentingnya menyaring info guna menghindari penyebaran disinformasi alias hoaks.

“Saya juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan info alias disinformasi nan tidak berasas fakta, dan tidak merusak akomodasi umum. Sekali lagi saya mengajak, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi krusial dalam kondisi nan seperti ini,” tegasnya.

Kronologi Bentrokan Matraman

Berdasarkan info nan dihimpun, bentrok pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Meski secara administratif masuk wilayah Jakarta Pusat, akibat bentrok meluas hingga ke area perbatasan Matraman.

Penyelidikan sementara kepolisian menunjukkan kejadian bermulai dari perselisihan kecil. Dua orang pengendara sepeda motor diduga melakukan tindakan menggeber kendaraan di depan pedagang nasi uduk di depan Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam. Teguran penduduk atas kebisingan tersebut justru dibalas dengan tindakan anarkis.

Kedua pengendara tersebut sempat pergi, namun kembali membawa sekitar lima rekan mereka. Kelompok ini diduga merusak gerobak pedagang dan menganiaya penduduk setempat. Aksi ini memicu perlawanan massa hingga terjadi tindakan saling lempar batu dan barang tumpul di area Jalan Tambak.

Dampak dari bentrok tersebut cukup fatal. Selain kerusakan gedung dan sejumlah kendaraan nan terbakar, dua orang kudu dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satu korban berinisial K (23) dilaporkan meninggal bumi setelah menjalani perawatan medis, sementara satu korban lainnya tetap dalam kondisi kritis.

Pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah orang untuk diperiksa lebih lanjut guna menentukan tersangka dalam peristiwa bentrok Matraman nan merenggut nyawa tersebut. (Ant/H-3)

Selengkapnya