ARTICLE AD BOX
Jadwal laga semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol.(Instagram/@plesbol.inc)
TIMNAS Prancis bakal menantang Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, Selasa (14/7). Laga itu menjadi misi krusial bagi Les Bleus untuk melangkah ke partai puncak sekaligus membalas kekalahan dari sang juara Eropa pada semifinal Euro 2024.
Hal tersebut menjadi keberhasilan Prancis menembus semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, jalan Les Bleus dipastikan tidak mudah lantaran kudu melewati Spanyol nan tengah dalam performa terbaiknya setelah menjuarai Euro 2024.
Pemenang dari pertandingan itu bakal berhadapan dengan Inggris alias Argentina di babak final. Prancis juga berkesempatan menyamai rekor Jerman dan Brasil sebagai tim nan bisa mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut.
Sejauh ini, perjalanan skuad didikan Didier Deschamps di turnamen terbilang sempurna dengan menyapu bersih enam kemenangan beruntun. Setelah menjuarai Grup I, Prancis menyingkirkan Swedia, Paraguay, dan Maroko dengan torehan total 16 gol sepanjang kompetisi.
Saat mendepak Maroko di perempat final, Prancis sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Kylian Mbappe sempat kandas mengeksekusi penalti di babak pertama, namun sang kapten menebusnya dengan mencetak gol pembuka sebelum memberikan umpan matang bagi gol Ousmane Dembele nan mengunci kemenangan.
Lini serang Prancis nan diisi Mbappe, Dembele, Michael Olise, serta pilihan antara Bradley Barcola alias Desire Doue sekarang menjadi ancaman menakutkan bagi lini pertahanan mana pun.
Deschamps, nan biasanya dikenal pragmatis dan berhati-hati, mulai memberikan kebebasan menyerang bagi timnya di turnamen terakhirnya ini. Ia dijadwalkan menyudahi masa hormat 14 tahunnya setelah Piala Dunia 2026. Kapten Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 itu juga bakal memecahkan rekor Helmut Schon dengan memimpin 26 pertandingan di Piala Dunia.
Prancis didukung catatan impresif nan selalu lolos dalam empat semifinal Piala Dunia terakhir mereka, apalagi memenangi tiga laga semifinal terakhir tanpa kebobolan.
Kendati begitu, Spanyol mempunyai kelebihan dalam sejarah pertemuan teranyar. La Roja memenangi tujuh dari 10 bentrok terakhir kontra Prancis. Dua kemenangan krusial diraih Spanyol pada semifinal Euro 2024 dengan skor 2-1 dan final UEFA Nations League 2025 lewat drama skor 5-4.
Dalam final Nations League tersebut, Lamine Yamal melesakkan dua gol sedangkan Mikel Merino turut mencatatkan nama di papan skor. Merino kembali menjadi sosok pembeda bagi Spanyol di Piala Dunia 2026. Ia mengukir sejarah sebagai pemain pertama di Piala Dunia nan mencetak gol kemenangan dalam dua laga fase gugur sebagai pemain pengganti.
Gol larutnya membawa Spanyol mendepak Belgia di perempat final, setelah sebelumnya Spanyol tampil perkasa menjuarai Grup H, menggilas Austria di 16 besar, dan mendepak Portugal. Sebagai juara Eropa, perihal tersebut menjadi penampilan kedua Spanyol di semifinal Piala Dunia setelah jenis 2010 saat mereka keluar sebagai juara dunia.
Sejak Piala Dunia 2018, Spanyol hanya menelan satu kekalahan dari 27 laga di turnamen mayor. Mereka tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir dengan catatan sembilan kali laga tanpa kebobolan.
Pelatih Luis de la Fuente juga sukses menorehkan 12 kemenangan dari 13 laga terakhirnya. Memori kekalahan di Euro 2024 tetap membekas bagi Prancis. "Spanyol bermain baik dan kami tidak cukup bagus. Mereka mengungguli kami. Mereka lolos ke final dan kami tersingkir. Itulah realita dalam sepak bola. Kami kudu move on," kata Mbappe dikutip dari laman resmi FIFA.
Deschamps pun senada mengakui kelebihan lawan. "Tanggung jawab ada pada saya. Kami mencapai semifinal dan menghadapi Spanyol dengan kualitas seperti itu. Kami kudu berada dalam kondisi terbaik, tetapi hari itu kami sedikit berada di bawah level mereka. Saya tidak bakal mencari alasan," tutur Deschamps.
Kekalahan itu memicu regenerasi besar di tubuh Prancis. Nama-nama seperti Antoine Griezmann, Olivier Giroud, Benjamin Pavard, dan Kingsley Coman mulai digantikan. Deschamps membangun kekuatan baru berbasis alumni tim Olimpiade Prancis.
Perubahan strategi mulai diuji saat Prancis takluk 1-3 dari Italia di UEFA Nations League September 2024. Deschamps mengubah pakem 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 nan lebih ofensif, sekaligus menempatkan Olise sebagai pilar penting.
"Berpindah ke Bayern membantunya menjadi lebih kuat. Dia memerlukan waktu untuk beradaptasi. Dia cukup pemalu dan pendiam, tetapi nan terpenting adalah apa nan bisa dia lakukan di lapangan. Dia bukan pemain nan mencari perhatian," ujar Deschamps mengenai Olise.
Pada Euro 2024, Prancis condong menyerahkan penguasaan bola kepada Spanyol dan mengandalkan serangan balik, nan terbukti tidak efektif lantaran hanya menghasilkan dua gol dari permainan terbuka.
Namun saat kalah 4-5 di semifinal Nations League 2025, Prancis menunjukkan perlawanan garang dengan melepaskan 24 tembakan berbanding 16 milik Spanyol. "Saya memandang banyak perihal positif. Tidak semuanya buruk, terutama dalam 20 menit pertama ketika kami mengendalikan pertandingan dengan baik. Kami menciptakan banyak peluang, lebih banyak dari lawan, tetapi mereka lebih klinis ketika kami kehilangan konsentrasi," ungkap Deschamps.
Kini di Piala Dunia 2026, kematangan sistem baru Prancis kian terlihat. Doue dan Dembele membawa akibat positif dari Paris Saint-Germain, Olise semakin padu, dan Mbappe sekarang lebih aktif membantu menekan musuh saat bertahan.
Berbeda dengan performa di Euro 2024 alias drama sembilan gol pada 2025, Prancis sekarang bermain lebih tenang dan sabar, seperti nan mereka tunjukkan saat meredam Paraguay dan Maroko sebelum menyergap lewat gol di momen nan tepat. Dua tahun setelah kekalahan di Munich, Prancis sekarang siap menantang Spanyol demi memulihkan kekuasaan mereka atas sang raksasa Eropa. (Ndf/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·