ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, menegaskan timnya tidak menyiapkan strategi unik alias 'rencana anti-Lamine Yamal' menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 kontra Spanyol, Rabu (15/7) awal hari WIB.
Dua tim raksasa Eropa ini bakal saling jegal di Stadion Dallas demi memperebutkan satu tiket berbobot menuju partai final Piala Dunia 2026. Meskipun publik sangat menantikan magis dari bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, Prancis enggan terdistraksi hanya oleh satu nama.
"Tidak ada rencana unik untuk mematikan Lamine Yamal. Fokus kami adalah menghadapi Spanyol sebagai sebuah tim, bukan hanya pada satu pemain individu," ujar Rabiot kepada awak media, seperti dilansir Barca Blaugranes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tahu betul mereka sangat rawan di setiap lini: Yamal, barisan penyerang mereka, penguasaan bola mereka, keahlian mereka menemukan ruang kosong di dekat kotak penalti, hingga permainan kombinasi mereka. Kami kudu mewaspadai semua itu. Saya rasa salah besar jika kami hanya konsentrasi pada satu perseorangan saja," jelas Rabiot.
Pertemuan ini sekaligus memicu kembali ingatan publik bakal tensi panas antara Rabiot dan Yamal di masa lalu. Sebelum semifinal Euro 2024 lalu, Rabiot sempat melontarkan psywar dengan menyebut Yamal 'harus melakukan lebih banyak' jika mau mengalahkan Prancis.
Yamal kemudian membalas langsung di atas lapangan lewat gol spektakuler dalam kemenangan 2-1 Spanyol, sekaligus menyindir kembali Rabiot di media sosial setelah laga usai.
Namun, saat kembali dicecar wartawan mengenai perseteruan masa lampau tersebut menjelang laga semifinal Piala Dunia ini, Rabiot justru tampak enggan mengingatnya.
"Saya tidak ingat persis pernyataan-pernyataan itu. Namun, jika saya memang pernah mengatakannya, itu lantaran itulah nan saya pikirkan saat itu. Bagaimanapun, ini tetaplah sebuah pertandingan sepak bola, dan kami tidak takut kepada siapa pun," tegas mantan pemain Juventus tersebut.
Gelandang berumur 31 tahun itu memastikan kondisi internal skuad Les Bleus saat ini berada di level tertinggi dan sangat siap tempur untuk menantang La Furia Roja
"Melihat perjalanan kami sejauh ini, kami tiba di semifinal dalam kondisi terbaik nan memungkinkan. Semua aspek mendukung kami. Sejujurnya, saya rasa susah bagi kami untuk bisa bersiap lebih baik dari ini. Biarkan lapangan nan menentukan, lantaran ini adalah sepak bola," pungkas Rabiot.
Pemenang dari laga sengit antara Spanyol vs Prancis ini nantinya bakal melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang dari laga semifinal lainnya antara Argentina kontra Inggris.
(wiw/nva)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·